Ketua PAN Yandri Susanto: Kami Hadirkan Paket Selain Jokowi

Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan bakal mengusung sosok calon presiden di luar Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
John Andhi Oktaveri | 10 Juli 2018 17:18 WIB
Sekretaris Fraksi PAN di DPR Yandri Susanto (tengah) didampingi anggota Fraksi Andi Yuliani Paris (kiri) dan Amran melakukan konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2). - Antara/Hafidz Mubarak A.

Kabar24.com, JAKARTA — Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan bakal mengusung sosok calon presiden di luar Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Meski sempat disebut-sebut PAN akan berubah haluan menjadi mendukung Jokowi di Pilpres 2019, Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengaku bahwa tokoh yang nantinya akan diusung menjadi calon presiden adalah asal bukan Jokowi.

Pernyataan tegas itu disampaikannya setelah  PAN menyatakan ingin menghadirkan calon presiden diluar Pak Jokowi.

“Siapapun nanti cawapresnya Pak Jokowi ya kita hormati dan kami juga siap menghadirkan calon alternatif di luar paket Pak Jokowi," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Selasa (10/7/2018).

Yandri mengatakan, saat ini setidaknya sudah ada empat nama yang masuk dalam skenario partai berlambang matahari itu. Keempat nama itu adalah Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Menurut Yandri, dari keempat nama itu siapapun boleh dipasangkan yang terpenting seluruh partai berkoalisi menyetujuinya.

"Di luar Prabowo-Zulkifli, misalnya Prabowo-Anies kami siap juga. Kalau Anies-Gatot kami siap atau Gatot-Anies," katanya.

Sekretaris Fraksi PAN itu mengatakan bahwa 80% masyarakat Indonesia menginginkan agar ada calon alternatif presiden di luar nama Jokowi.

"Suara akar rumput di PAN baik di simpatisan maupun struktural intinya kecenderungan kuat bisa dikatakan hampir 80 persen ke atas itu menghendaki sebaiknya PAN mencalonkan calon alternatif,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa tidak boleh ada calon tunggal sehingga rakyat punya pilihan-pilihan dan aspirasi.

Tag : jokowi, capres, partai amanat nasional, prabowo subianto
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top