PILPRES 2019, Mendagri: Tuan Guru Bajang Sampaikan Hal yang Wajar

Dampak untuk Pemerintah Daerah dan masyarakat NTB cukup bagus, kan boleh dong kalau Gubernur mengapresiasi presidennya.
Muhammad Ridwan | 09 Juli 2018 15:11 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan), Ketua PBNU KH Said Agil Siradj (kiri) dan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin (kedua kiri) memukul Gendang Beleq saat membuka Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama di Mataram, Kamis (23/11). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, apa yang disampaikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang sebagai hal yang wajar.

Mendagri Tjahjo mengatakan, TGB sebagai Gubernur NTB merasakan sekali dampak kebijakan pembangunan Presiden Joko Widodo pada bidang infrastruktur, ekonomi, dan sosial.

“Dampak untuk Pemerintah Daerah dan masyarakat NTB cukup bagus, kan boleh dong kalau Gubernur mengapresiasi presidennya,” ujar Tjahjo Kumolo, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Senin (9/7/2018).

Mendagri menjelaskan, karena Gubernur adalah tangan kanan seorang Presiden, dan yang melantik adalah seorang presiden, maka apa yang disampaikan TGB adalah hal yang wajar.

Selain itu, terakhir dengan ajakan dan imbauan TGB agar menahan diri dan tidak menggunakan ayat-ayat perang dalam kampanye mendatang, Mendagri mengatakan, TGB adalah orang yang paling paham akan hal tersebut.

“Soal dia ada imbauan supaya pileg pilpres demokratis sehat tidak ada kampanye yang mengujarkan kebencian, tidak ada kampanye yang melibatkan ayat-ayat agama, beliau lebih paham, lebih tahu,” ujar Mendagri.

Mendagri mengungkapkan, TGB adalah sosok yang paham akan nilai-nilai keagamaan.

“Beliau seorang intelektual, seorang ulama, beliau sangat paham sekali mengenai syariat-syariat agama,” jelas Tjahjo.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top