Korban Tewas Hujan Deras di Jepang Menjadi 38 Orang

Sedikitnya 50 orang hilang dan 4 orang lain dalam kondisi kritis akibat hujan deras yang melanda bagian barat dan tengah Jepang sejak Jumat (6/7).
Nirmala Aninda | 07 Juli 2018 17:52 WIB
Pengendara sepeda motor menembus hujan deras. - Ilustrasi/JIBI Photo

Kabar24.com, TOKYO -- Sedikitnya 50 orang hilang dan 4 orang lain dalam kondisi kritis akibat hujan deras yang melanda bagian barat dan tengah Jepang sejak Jumat (6/7).

Dilansir melalui Reuters, media nasional NHK pada Sabtu (7/7), melaporkan korban tewas bertambah menjadi 38 orang sementara 1,6 juta penduduk lainnya telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan cuaca khusus di empat prefektur di sebelah barat pulau utama dan terbesar di Jepang, Pulau Honshu, terhadap bahaya bencana tanah longsor, meluapnya sungai dan angin kencang.

Di Motoyama, sebuah kota di pulau Shikoku, sekitar 600 kilometer dari ibukota Tokyo, 583 milimeter (23 inci) hujan turun sejak Jumat hingga Sabtu pagi.

Mereka mengatakan meski dinding cuaca (weather front) antara Jepang bagian timur dan barat telah berangsur hilang, ada risiko hujan lebat masih akan terus berlanjut ketika udara hangat mengalir ke arah batas transisi udara tersebut. Weather front adalah area yang mempertemukan dua massa udara yang berbeda, satu area membawa udara hangat dan area yang berlawanan membawa udara dingin.

NHK melaporkan seorang pria di bagian barat kota Hiroshima meninggal setelah jatuh dari jembatan ke sungai, sedangkan seorang pria berusia 77 tahun di kota Takashima, Prefektur Shiga tewas setelah terseret arus ke sebuah kanal ketika dia bekerja untuk menyingkirkan puing-puing.

4 orang di prefektur Ehime, Hiroshima dan Yamaguchi berada dalam kondisi kritis setelah terluka akibat tanah longsor.

Badan Manajemen Bencana dan Kebakaran memerintahkan lebih dari 1,6 juta orang untuk mengosongkan rumah mereka di tengah kekhawatiran banjir dan tanah longsor susulan.

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan sekitar 48.000 polisi, petugas pemadam kebakaran dan anggota Pasukan Bela Diri Jepang menangani lebih dari 100 kasus tanah longsor dan permohonan bantuan lainnya.

Cuaca ekstrim juga menghantam operasional industri di kawasan tersebut.

Kantor berita Kyodo melaporkan beberapa perusahaan menghentikan produksi karena hujan dan banjir yang mengganggu rantai distribusi dan membahayakan keselamatan pekerja.

Mitsubishi Corp. menghentikan operasi di salah satu pabriknya karena tidak bisa mendapatkan suku cadang, ujar Kyodo.

Mazda Motor Corp. turut menghentikan produksi di dua pabrik sehingga karyawan tidak perlu bepergian dalam kondisi berbahaya.

Tag : jepang
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top