Media China Sebut Trump dan Gedung Putih 'Geng Preman'

Media China mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sekaligus menuding Gedung Putih berperilaku seperti 'geng preman' saat dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut siap melancarkan perang dagang.
Renat Sofie Andriani | 06 Juli 2018 10:50 WIB
Presiden AS Donald Trump berinteraksi dengan Presiden China Xi Jinping di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS, 6 April 2017. - .Reuters/Carlos Barria TPX

Bisnis.com, JAKARTA – Media China mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sekaligus menuding Gedung Putih berperilaku seperti 'geng preman' saat dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut siap melancarkan perang dagang.

Seperti diketahui, pemerintah AS berencana memberlakukan tarif pada barang-barang impor China senilai US$34 miliar pada hari ini, Jumat (6/7/2018), waktu setempat. Trump juga memperingatkan bahwa pada akhirnya dapat menargetkan barang-barang China senilai lebih dari US$500 miliar atau kira-kira jumlah total yang diimpor AS dari China tahun lalu.

Sementara itu, pemerintah China telah berjanji untuk segera merespons langkah AS tersebut dengan jumlah yang sama dari tarifnya sendiri terhadap mobil, produk pertanian, dan produk lainnya dari AS.

“Pemerintahan Trump berperilaku seperti geng preman dengan pergerakannya terhadap negara-negara lain, terutama China,” tulis koran China Daily hari ini, seperti dikutip Reuters.

"Tindakannya tampaknya akan memiliki dampak yang sangat merusak pada lanskap ekonomi global dalam beberapa dekade mendatang, kecuali jika negara-negara berdiri bersama untuk menentangnya.”

Seorang penasihat bank sentral China mengatakan tarif impor AS yang direncanakan terhadap barang-barang China senilai US$50 miliar, terdiri dari US$34 miliar ditambah daftar lanjutan senilai US$16 miliar, akan memangkas pertumbuhan ekonomi China sebesar 0,2 poin persentase, meskipun dampak keseluruhannya akan terbatas, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua hari ini.

Bursa saham China, yang telah terpukul menjelang batas waktu pengenaan tarif hari ini, bergerak turun dalam awal perdagangan yang fluktuatif, sedangkan mata uang yuan melemah.

Menteri luar negeri China menyebutkan tindakan proteksionisme perdagangan dan sepihak sebagai hal yang 'berpandangan pendek'. Dalam sebuah pernyataan pada hari ini, ia menyerukan kepada negara-negara Eropa untuk bekerja sama dengan China menjaga sistem perdagangan bebas global.

Perselisihan perdagangan antara AS dan China telah mengguncang pasar keuangan termasuk saham, mata uang, dan perdagangan global komoditas mulai dari kedelai hingga batu bara selama beberapa pekan terakhir.

Tidak ada bukti perundingan di menit-menit terakhir antara pejabat pemerintah AS dan China, menurut sumber Reuters di Washington dan Beijing.

Pemerintah China telah menyatakan tidak akan memulai perang dagang dengan Amerika Serikat, tetapi menegaskan bahwa tarif China atas barang-barang Amerika akan segera berlaku setelah bea masuk AS atas barang-barang China diberlakukan.

 

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top