KABAR GLOBAL 6 JULI: Saat Ancaman Mulai Direalisasikan, Trump Salahkan OPEC

Berita dari mancanegara mengenai hitung mundur pemberlakuan tariff impor AS serta Presiden Donald Trump yang menyalahkan OPEC atas kenaikan harga minyak menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (6/7/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 Juli 2018 08:16 WIB
Presiden China Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald Trump. - .Reuters/Toby Melville

Bisnis.com, JAKARTA – Berita dari mancanegara mengenai hitung mundur pemberlakuan tariff impor AS serta Presiden Donald Trump yang menyalahkan OPEC atas kenaikan harga minyak menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (6/7/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Saat Ancaman Mulai Direalisasikan. Amerika Serikat bagaikan sedang menghitung mundur waktu untuk membunyikan ‘lonceng besarnya’. Pada hari ini, Jumat (6/7) waktu setempat, Negeri Paman Sam akan merealisasikan pengenaan tarif impor pertamanya dari sejumlah ancaman tarif yang dilayangkan kepada China beberapa waktu terakhir. (Bisnis Indonesia)

Trump Mengomeli OPEC. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyalahkan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) atas kenaikan harga minyak. Lewat akun Twitternya, Trump meminta negara kartel minyak dunia ini agar melakukan lebih banyak usaha. (Kontan)

Komoditas Pertanian & Logam Dasar Terpukul. Tarif dagang AS pada China yang mulai berlaku pada Jumat (6/7) akan membuat alur perdagangan komoditas pertanian global berubah. Selain itu, komoditas logam dasar juga tertekan ke zona merah. (Bisnis Indonesia)

IMF Pangkas PDB Jerman. Dana Moneter International atau International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman menjadi 2,2% tahun ini. Proteksionisme yang meningkat serta proses Brexit yang tak kunjung selesai, menjadi pertimbangan IMF menurunkan proyeksi produk domestik bruto (PDB) Jerman. (Kontan)

Hari Ini, Perang Dagang Berdentum. Perang dagang global memulai hitungan mundur. Tapi semakin mendekati perang dagang pada Jumat (6/7), China mengeluarkan jurus baru. Kementerian Keuangan China menyatakan, tidak akan memulai perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Tiongkok mengaku akan merespons langkah-langkah AS. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top