Bank Dunia Beri Bantuan Dana dan Pendampingan Untuk Tangani Sampah di Indonesia

Pemerintah Indonesia mengatakan keterlibatan Bank Dunia pada proyek penanganan sampah di Tanah Air tidak hanya berkaitan dengan bantuan dana, tapi juga manajemen dan pengawasan program.
Ni Putu Eka Wiratmini | 06 Juli 2018 14:05 WIB
Petugas membersihkan sampah di Danau Sunter, Jakarta Utara, pada Jumat (29/6/2018). - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, DENPASAR -- Pemerintah Indonesia mengatakan keterlibatan Bank Dunia pada proyek penanganan sampah di Tanah Air tidak hanya berkaitan dengan bantuan dana, tapi juga manajemen dan pengawasan program.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan Bank Dunia memang menggelontorkan sejumlah dana untuk membantu Indonesia meningkatkan kualitas manusia. Dana tersebut di antaranya US$500 juta untuk Dana Desa dan US$400 juta untuk pendampingan stunting (kekerdilan anak).

Dana yang diterima akan digunakan secara terpadu untuk mengatasi masalah lingkungan, stunting, pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat. 

"Masalah angka dan uang ini tidak terlalu, karena Republik kita sudah mempunyai dana untuk itu. Pendanaan sudah saya singgung, Menteri Keuangan (Menkeu) sudah memberikan dana cukup, yang kita butuhkan dari Bank Dunia bukan dana tapi pengawasan mereka," papar Luhut seusai berdiskusi dengan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim di Denpasar, Bali, Jumat (6/7/2018).

Program signifikan yang nantinya akan dibuat untuk menangani masalah sampah di Indonesia adalah penggunaan kantong plastik dari singkong maupun rumput laut yang dapat mudah terurai seperti di Balikpapan. Penggunaannya bakal diperluas di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, Indonesia akan fokus pada masalah stunting di beberapa kawasan seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan beberapa wilayah Jawa. Kemudian, program pendidikan akan difokuskan di wilayah Indonesia bagian timur.

"Makanya orang ribut tenaga kerja kita tidak bagus karena tidak pernah perhatian dengan vokasional termasuk politeknik," lanjutnya.

Presiden Joko Widodo disebut bakal menjadikan proyek ini sebagai program utama tahun depan. Proyek ini sekaligus menandakan Indonesia tidak hanya berfokus pada masalah pembangunan infrastruktur saja.

Proyek ini, yang dilakukan secara terintegrasi, diyakini bakal membuat penanganannya lebih serius.

"Salah satu outcome dari gelaran pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 adalah masalah penanganan sampah. Jangan hanya membahas ekonomi neoliberal, kami ingin yang lebih konkrit," ucap Luhut.

Adapun Kim mengaku ingin menjadikan masalah lingkungan sebagai perhatian semua orang dan setiap pemangku kepentingan. Persoalan lingkungan memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak dan dilakukan secara terpadu.

"Kita di sini untuk memperlihatkan komitmen pada isu lingkungan," tegasnya.

Tag : bank dunia, sampah
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top