Presiden Bank Dunia: Stunting di Indonesia Berkaitan Dengan Pengelolaan Sampah

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengungkapkan kondisi stunting (kekerdilan pada anak) di Indonesia ada kaitannya dengan masalah waste management atau pengelolaan sampah.
Ni Putu Eka Wiratmini | 06 Juli 2018 13:06 WIB
Penyelam mengumpulkan botol-botol bekas di dasar laut saat melakukan aksi bersih sampah bawah laut dalam rangka menyambut peringatan Hari Bumi, di Kupang, NTT, Jumat (21/4). - Antara/Kornelis Kaha

Bisnis.com, DENPASAR -- Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengungkapkan kondisi stunting (kekerdilan pada anak) di Indonesia ada kaitannya dengan masalah waste management atau pengelolaan sampah.

Dia menyebutkan ada sekitar 37% anak-anak Indonesia yang mengalami stunting. Kondisi ini berkaitan dengan pola kehidupan masyarakat Indonesia.

Kim menilai masyarakat masih belum memiliki pengelolaan sampah yang baik. Sampah yang dibuang lari ke laut dan terurai menjadi partikel kecil, kemudian dikonsumsi ikan yang ujungnya dikonsumsi  manusia.

Bank Dunia menyatakan jika hal ini terjadi terus menerus maka akan menciptakan ketidakadlan dan ketidaksejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Sebab, mereka tidak dapat terlibat dalam aktivitas ekonomi dunia karena rendahnya produktivitas.

"Mereka [masyarakat Indonesia] di masa depan melihat ada teknologi 5G, tapi mereka tidak bisa terlibat sehingga menciptakan ketidakadilan, maka ini penting kita lakukan terpadu penanganannya," papar Kim usai mengadakan rapat bersama Pemerintah Indonesia serta LSM lingkungan di Hutan Mangrove Bali, Jumat (6/7/2018).

Dia menyetujui langkah Pemerintah Indonesia untuk mengentaskan masalah ini melalui program terpadu yakni kolaborasi untuk menangani semua masalah mulai dari penanganan sampah, stunting, pendidikan, hingga ekonomi.

Hal ini sejalan dengan fokus Bank Dunia yang tidak hanya mengurangi ketimpangan ekonomi, tetapi juga menciptakan keadilan. Bank Dunia mengklaim terus berupaya menciptakan peluang sehingga banyak orang mampu berpartipasi dalam perekonomian dunia.

"Ini tidak bisa dijalankan jika tidak terpadu bukan soal ekonomi tapi melibatkan seluruh sektor," tambah Kim.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan penanganan sampah memang menjadi salah satu fokus Pemerintah Indonesia. Sebab, masalah sampah ini sangat berpengaruh terhadap kualitas manusia Indonesia.

Kerja sama dengan Bank Dunia disebut penting untuk mendukung program ini. Pasalnya, Bank Dunia memiliki manajemen yang mampu mendukung pengolaan program penanganan sampah di Indonesia.

"Presiden Kim tadi telah mengatakan ketika dia masuk pertama kali di Bank Dunia bersama Bu Ani [Menteri Keuangan Sri Mulyani], mereka mengubah masalah lingkungan menjadi fokus perhatian yang tadinya Bank Dunia dituduh seolah tidak pro lingkungan. Bu Ani mampu mengubah persepsi bahwa Bank Dunia pro lingkungan. Nah, sekarang kita manfaatkan itu, dulu Bu Ani memainkan peran dari Bank Dunia sekarang sebagai Menkeu," paparnya.

Kunjungan Kim ke Hutan Mangrove Bali adalah untuk membahas marine debrise atau sampah pesisir yang ada di Pulau Dewata.

Tag : bank dunia, sampah
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top