Kemendagri Catat Pilkada Empat Wilayah Nyaris Batal

Kemendagri mencatat ada beberapa wilayah pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak 2018 yang hampir tertunda karena beberapa masalah.
Jaffry Prabu Prakoso | 29 Juni 2018 00:58 WIB
Ilustrasi seorang pemilih pada Pilkada 2018. - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat ada beberapa wilayah pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak 2018 yang hampir tertunda karena beberapa masalah.

Koordinator Desk Pilkada Kemendagri Suhajar Diantoro mengatakan setidaknya ada empat  wilayah yang mengalami hal tersebut.

"Kabupaten Bone [Sulawesi Selatan] ada satu TPS [tempat pemungutan suara] di Kecamatan Barebo yang tertunda karena banjir sehingga peralatan rusak. Meski begitu pemilihan tetap dilaksanakan meski tidak sesuai dengan waktu yang ditetapkan," ujarnya di Jakarta pada Kamis (28/6/2018).

Masih di kabupaten yang sama yakni di Kecamatan Bontoconi tertunda dengan masalah serupa sehingga logistik baru bisa terdistribusi oleh tim SAR pada jam 12 siang waktu setempat.

Di Kabupaten Sinjai, juga di Sulsel, ada laporan diskualifikasi pasangan calon karena terlambat lima menit mengumpulkan laporan dana audit kampanye. Setelah melakukan keberatan, calon tetap dapat mengikuti pilkada.

Terakhir di Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan 2.467 surat suara hilang. Petugas setempat langsung menutupi kekurangan dari cadangan surat suara dari tempat lain.

Pelaksanaan pilkada serentak tahun ini dilakukan di 171 daerah yang meliputi 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Kemendagri mencatat ada 518 pasangan calon yang memenuhi sarat. Dari total tersebut 435 (84,4%) diusung oleh partai politik sementara 83 sisanya atau 15,6% merupakan pasangan calon perseorangan.

Tag : Pilkada Serentak
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top