Memasuki Masa Penghitungan Suara, Pastika Ingatkan Prinsip Nyama Peturu Bali

Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap seluruh warga tetap memegang prinsip nyama peturu Bali dan tetap menjadi satu dalam kedamaian setelah penghitungan suara nanti
Feri Kristianto | 27 Juni 2018 21:10 WIB
Gubernur Bali Made Mangku Pastika. - .Bisnis.com/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR— Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap seluruh warga tetap memegang prinsip nyama peturu Bali dan tetap menjadi satu dalam kedamaian setelah penghitungan suara nanti.

Pastika juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terus menjaga kondusifitas dan keamanan lingkungan dan Bali pada umumnya setelah pelaksanaan Pilkada serentak ini.

“Hanya ada dua pasangan calon yang semuanya itu adalah putra-putra terbaik, dan semua sudah pernah menjadi pemimpin dan bahkan ada yang masih duduk sebagai pemimpin, oleh karena itu siapa pun yang terpilih saya menghimbau kepada seluruh krama Bali agar kita jaga kondusifitas wilayah tetap damai apapun hasilnya harus kita terima,” pintanya, Rabu (27/6/2018).

Pastika mengingatkan bahwa Bali ke depan akan menghadapi hajatan Internasional yakni World Bank Annual Meeting. Ajang ini akan dihadiri oleh 189 negara, lebih dari 15.000 utusan partisipan dan lebih dari 50.000 orang sekaligus menyertakan lebih dari 5.000 wartawan yang akan datang dari seluruh dunia.

Kondisi itu sudah jelas akan diekspos besar-besaran oleh karena itu pemimpin baru Bali ke depan diharapkan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan baik itu TNI, POLRI, pecalang bahkan masyarakat secara umum.

Menurutnya, terlaksananya event internasional di Bali akan membawa nama besar Bali dan nama besar Indonesia di mata dunia.

“Sudahlah apa yang sudah terjadi selama ini dalam kampanye misalnya ada yang tersinggung ada yang merasa kurang diperhatikan dan sebagainya jangan dipendam, sebaiknya dikubur dalam-dalam dan mari kita berpikir panjang ke depan, jangan merendahkan yang kalah dan yang kalah juga harus waspada yang tidak perlu banyak lagi hujat menghujat,” ajaknya.

Pastika menginginkan agar program Bali Mandara yang masih relevan dan masih dibutuhkan oleh masyarakat secara luas untuk dapat dilanjutkan dan disempurnakan lagi. Diakuinya, masih terdapat beberapa permasalahan yang harus dihadapi pemimpin Bali terpilih nanti.

Salah satunya adalah mengatasi kemacetan yang masih terjadi di beberapa simpang, mengingat sebagian besar penduduk Bali hidup dari dunia pariwisata, sehingga turis yang datang ke Bali tidak ingin perjalanannya terkendala macet. Perlunya ada pengembangan daerah-daerah lain selain Bali Selatan, mulai dari Karangasem, Tabanan, Buleleng, Jembrana dan Klungkung secara merata. Adanya permasalahan tentang industri 4.0 sebuah digital internet artificial intelligence, semua harus disikapi agar Bali tidak terlindas oleh digitalisasi.

Tidak kalah penting adalah mengambil langkah langkah untuk pembangunan Bandara Bali Utara yang sudah lama sekali kita tempuh ini cita-citanya udah lebih dari 10 tahun.

“Memang banyak benturan-benturan akibat kewenangannya tidak 100% ada di Provinsi selain juga terdapat permasalahan keamanan infrastruktur menuju lokasi bandara, sehingga hal ini bukan hanya menyangkut masalah anggaran yang merupakan aspek non fisik yang harus dipikirkan,” bebernya.

Tag : Pilkada Serentak
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top