Bidang Studi Ekonomi & Keuangan Dintutut Miliki Literasi Teknologi

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan menjadi mahasiswa bidang keuangan dan ekonomi bukan hanya berpikir tentang aliran keuangan saja, tetapi juga paham literasi teknologi bidang keuangan.
Dika Irawan | 26 Juni 2018 17:50 WIB
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan menjadi mahasiswa bidang keuangan dan ekonomi bukan hanya berpikir tentang aliran keuangan saja, tetapi juga paham literasi teknologi bidang keuangan.

“Dengan demikian entrepreneur dari bidang keuangan dan ekonomi akan banyak dilahirkan,” katanya saat peletakkan batu pertama dan tandatangani prasasti pembangunan gedung kampus STIE Bank BPD Jateng yang bertempat di Jalan Soekarno-Hatta seperti yang dilansir melalui siaran pers Kemenristekdikti hari ini Selasa (26/6/2018).

Nasir menambahkan bahwa jangan terlalu bangga dengan membangun gedung yang besar. Menurutnya kampus tidak selalu perlu gedung yang besar saja, tetapi berbangga dengan kualitas yang lebih naik melalui teknologi informasi.

"Dengan teknologi informasi sekarang, rasio dosen dan mahasiswa justru harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan teknologi informasi pula mempermudah program belajar di kampus. Teknologi informasi dapat bantu tingkatkan kualitas STIE BPD Jateng," ungkap Nasir dalam siaran pers.

Nasir jelaskan mahasiswa STIE BPD Jateng harus sudah lakukan inovasi teknologi dalam bidang keuangan. Nasir beri contoh entrepreneur kenamaan asal Negeri Tiongkok, Jack Ma. Menurutnya Jack Ma sudah membuat aplikasi yang ketika membeli barang tertentu hanya menggunakan barcode, dan langsung terhubung dengan akun di bank.

Tag : menristekdikti
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top