LAPORAN DARI MUMBAI: AIIB Diminta Kembangkan Daerah Perbatasan

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro menyebutkan bahwa rata-rata tingkat kemiskinan di daerah perbatasan antarnegara di Asean tinggi.
M. Taufikul Basari | 26 Juni 2018 23:36 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjonegoro menyampaikan materinya pada seminar internasional tentang sumber daya manusia penggerak perekonomian di Kuta, Bali, Kamis (1/3/2018). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, MUMBAI -- Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) diminta untuk ikut mengembangkan daerah perbatasan dan mendukung pengembangan konektivitas di negara-negara Asean.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro menyebutkan bahwa rata-rata tingkat kemiskinan di daerah perbatasan antarnegara di Asean tinggi.

“Jadi dengan membangun infrastruktur di daerah perbatasan, tidak hanya mengembangan konektivitas ekonomi, tapi sekaligus mengurangi kemiskinan,” katanya dalam Asian Infrastructure Forum Workshop 5 - Advancing Together Asean Infrastructure Development di Mumbai, Selasa (26/6/2018).

Konektivitas ekonomi, katanya, akan mendukung konektivitas fisik dan pengembangan keduanya harus sejalan. Pasalnya, berdasarkan pengalaman, pengembangan konektivitas di kawasan perbatasan kurang berjalan karena aktivitas ekonominya rendah.

Ia mencontohkan hubungan Davao, Filipina dengan Sulawesi Utara. Meskipun dibuka jalur transportasi, tapi jika kedua daerah itu tidak kuat secara ekonomi, maka alur orang juga akan terbatas.

Konektivitas di Asean saat ini didominasi oleh hubungan antara ibu kota negara atau pusat-pusat ekonomi. Pusat kegiatan ini sebagian besar dihubungkan dengan transportasi udara, kecuali Singapura-Batam-Johor Bahru.

Namun, kata Bambang, bahkan jika melihat konektivitas lewat transportasi udara, tidak semua negara terhubung langsung. “Contohnya bagi saya sulit untuk pergi langsung ke Myanmar, karena kita tidak punya penerbangan langsung, kita harus pergi ke Singapura atau Kuala Lumpur [lebih dahulu],” ujarnya.

Konsentrasi ekonomi ada di ibu kota negara dan kota-kota besar, sedangkan di daerah perbatasan masih terbelakang. Padahal, untuk mengembangkan konektivitas Asean lewat darah perbatasan perlu juga pengembangan ekonomi di kawasan tersebut.

Oleh karena itu, lanjutnya, jika AIIB ingin membantu mengembangkan konektivitas Asean, prioritas utamanya bukan menghubungkan Sumatra dengan Malaysia Peninsula, atau jalan antara Malaysia ke Thailand, tapi pada pembangunan infrastruktur di perbatasan di negara-negara Asean.

Bambang PS Brodjonegoro hadir di Mumbai dalam rangka pertemuan tahunan AIIB 2018 yang berakhir hari ini, Selasa (26/6/2018). AIIB Annual Meeting selanjutnya akan digelar di Luxembourg

Tag : internasional
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top