Bersitegang Soal Kebijakan Imigran, Trump Marahi Wanita Anggota Kongres Dari Demokrat

Presiden Donald Trump pada Senin mengecam seorang wanita anggota kongres dari Demokrat ketika ketegangan meningkat atas kebijakan keras imigrasi presiden asal Partai Republik itu.
Newswire | 26 Juni 2018 22:03 WIB
Ibu Negara AS Melania Trump terlihat mengenakan jaket hijau bertuliskan "I Really Don't Care, Do U?" ketika mengunjungi fasilitas penampungan anak-anak imigran di Texas, AS, Kamis (21/6). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, WASHINGTON -  Presiden Donald Trump pada Senin (25/6/2018) mengecam seorang wanita anggota kongres dari Demokrat ketika ketegangan meningkat atas kebijakan keras imigrasi presiden asal Partai Republik itu.

Wanita tersebut mendesak warga Amerika Serikat berhadapan dengan orang terdekat dengan pemerintahan Trump di tempat umum.

Trump menghadapi kecaman di seluruh dunia pada bulan ini, termasuk kritik dari beberapa orang di partainya, terhadap anak-anak perantau, yang terpisah dari orangtua mereka oleh pejabat Amerika Serikat di bawah kebijakan pemerintah untuk berusaha menahan dan mengadili orang dewasa, yang tertangkap memasuki negara itu secara gelap.

Presiden mundur dari kebijakannya pada Rabu, memerintahkan mengakhiri pemisahan keluarga di perbatasan AS-Meksiko, tetapi tetap menerapkan kebijakan "tenggang rasa nol", yang berusia 2 bulan. Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang tempat untuk menampung keluarga yang ditahan di perbatasan dan bagaimana memrosesnya dengan cepat.

Pemerintah belum mempersatukan lebih dari 2.000 anak dengan orangtua mereka.

Perwakilan Demokrat Maxine Waters mengatakan kepada kerumunan di negara bagian asalnya Kalifornia pada Minggu  penolakan restoran Virginia pada Jumat untuk melayani juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders harus menjadi contoh untuk melawan Trump.

"Jika Anda melihat seseorang dari Kabinet itu di sebuah restoran, di sebuah toko perbelanjaan, di sebuah pompa bensin, Anda keluar dan Anda membuat kerumunan. Dan Anda usir mereka. Dan Anda memberi tahu mereka bahwa mereka tidak diterima lagi, di mana saja. Kita harus membuat anak-anak terhubung dengan orang tua mereka," kata Waters.

Trump, yang telah meningkatkan kecamannya yang seringkali keras terhadap Partai Demokrat menjelang pemilihan kongres November, sekali lagi menargetkan Waters pada Senin dan menyamakannya dengan pemimpin Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat, Nancy Pelosi.

"Anggota kongres Maxine Waters, orang yang IQ-nya sangat rendah, telah menjadi, bersama dengan Nancy Pelosi, Wajah Partai Demokrat. Dia baru saja menyerukan untuk membahayakan pendukung, yang ada banyak, dari gerakan 'Make America Great Again'. Hati-hati terhadap apa yang Anda inginkan, Max!" katanya.

Dia mencela restoran Red Hen di Lexington, Virginia, mencuit bahwa restoran tersebut itu "harus lebih fokus pada pembersihan kanopi, pintu, dan jendela yang kotor (yang sangat perlu dicat) daripada menolak melayani orang baik seperti Sarah Huckabee Sanders." Sanders memulai konferensi pers Gedung Putihnya pada Senin, mengakui pengusirannya dari restoran dan berkata: "Perdebatan yang sehat tentang ide dan filsafat politik adalah penting, tetapi seruan untuk pelecehan dan dorongan untuk setiap pendukung Trump untuk menghindari publik tidak dapat diterima." Pekan lalu, ketika Trump membela kebijakan imigrasinya, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen diteriakkan di sebuah restoran Meksiko di Washington oleh pengunjuk rasa yang berkata: "Malu! Malu!" Pelosi meminta agar kedua pihak tetap tenang.

"Pada bulan-bulan penting mendatang, kita harus berusaha membuat Amerika Serikat menjadi indah kembali. Trump, yang kurang sopan santun, tiap hari memancing tanggapan, yang dapat diperkirakan, tapi tidak dapat diterima. Ketika kita maju, kita harus melakukan pemilihan umum dengan cara yang mencapai kesatuan ke seluruh negara," katanya.


Sumber : ANTARA/REUTERS

Tag : imigran gelap
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top