LAPORAN DARI MUMBAI: Asian Infrastructure Tambah Suntikan Dana ke India

Dewan Direksi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menyetujui investasi ekuitas sebesar US$100 juta dalam bentuk National Investment and Infrastructure Fund (NIIF) tahap pertama, dari rencana US$200 juta.
M. Taufikul Basari | 25 Juni 2018 22:06 WIB
Dewan Direksi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) saat pertemuan tahunan ketiganya di Mumbai, India pada Senin (25/6/2018). (M. Taufikul Basari - Bisnis).

Bisnis.com, MUMBAI -- Dewan Direksi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menyetujui investasi ekuitas sebesar US$100 juta dalam bentuk National Investment and Infrastructure Fund (NIIF) tahap pertama, dari rencana US$200 juta.

Kesepakatan itu diteken saat AIIB menyelenggarakan pertemuan tahunan ketiganya di Mumbai. AIIB adalah lembaga keuangan baru yang fokus pada pembiayaan infrastruktur, dengan anggota 86 termasuk Indonesia. Saat ini pinjaman terbesar digelontorkan ke India yang mencapai US$1,2 miliar.

NIIF sendiri adalah platform investasi kolaboratif untuk investor internasional dan domestik yang tertarik untuk berinvestasi dalam proyek infrastruktur India yang dinilai layak secara komersial.

Dana NIIF akan disalurkan dan diinvestasikan lewat manajer keuangan bidang infrastruktur dan sektor terkait di India, antara lain infrastruktur ramah lingkungan dan perumahan rakyat.

"Investasi kami dalam NIIF mencerminkan komitmen AIIB untuk mendukung Pemerintah India dalam upaya untuk meningkatkan investasi di bidang infrastruktur dan untuk memobilisasi modal swasta untuk pembangunan," kata Vice President dan Chief Investment Officer AIIB D.J. Pandian, Senin (25/6/2018).

Direktur Jenderal Operasi Investasi AIIB Dong-Ik Lee mengklaim skema NIIF ini akan memberikan akses ke beragam pendanaan dan memicu efek berganda dalam menarik modal.

"Dengan investasi AIIB di NIIF, kami akan membantu mengumpulkan komitmen dari investor jangka panjang seperti lembaga multilateral, pengelola dana pemerintah, dana pensiun dan perusahaan asuransi - di dalam dan di luar India - untuk melakukan investasi di sektor infrastruktur negara."

Sementara itu, Principal Economist, Policy and Strategy AIIB jang Ping Thia mengatakan lembaga pembiayaan infrastruktur yang berkantor pusat di China ini akan fokus pada pada proyek yang berpengaruh secara ekonomi tapi kurang diminati swasta karena tingkat return investasinya yang rendah.

Pihaknya juga mendorong kolaborasi dengan lembaga pemberi pinjaman lain, seperti yang saat ini sudah dilakukan dengan menggandeng Bank Dunia dan The International Bank for Reconstruction and Development.

Tag : infrastruktur
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top