Diduga Terlibat Bunuh Calon Wali Kota, Seluruh Polisi Ditahan

Seluruh polisi di Kota Ocampo, Meksiko, ditahan atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan seorang calon walikota.Insiden berawal ketika Fernando ngeles Jurez, 64, ditembak hingga tewas oleh orang tak dikenal di luar salah satu rumahnya, pada Kamis (21/6/2018).
John Andhi Oktaveri | 25 Juni 2018 15:14 WIB
Ilustrasi pembunuhan - indiatoday

Bisnis.com, JAKARTA - Seluruh polisi di Kota Ocampo, Meksiko, ditahan atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan seorang calon wali kota.

Insiden berawal ketika Fernando Ángeles Juárez, 64, ditembak hingga tewas oleh orang tak dikenal di luar salah satu rumahnya, pada Kamis (21/6/2018).

Sejumlah jaksa menuding pejabat kepolisian Kota Ocampo, Oscar González García, terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Ketika beberapa anggota kepolisian federal Meksiko tiba di kota itu untuk menahan Garcia pada Sabtu (23/6/2018), mereka dihalangi oleh para polisi setempat.
Sehari kemudian, anggota-anggota kepolisian federal Meksiko kembali ke kota tersebut dengan membawa bala bantuan. Hasilnya, Garcia dan sebanyak 27 polisi kota itu ditahan pada Minggu (24/6/2018) dini hari waktu setempat.

Mereka diborgol dan dibawa ke ibu kota negara bagian, Morelia untuk diinterogasi.

Para jaksa menengarai bahwa Garcia dan para polisi kota itu bersekongkol dengan kelompok kejahatan dalam melakukan pembunuhan tersebut sebagaimana dikutip BBC.com, Senin (25/6/2018).

Fernando Ángeles Juárez merupakan politisi ketiga yang dibunuh di negara bagian Michoacán dalam sepekan terakhir.

Penguasaha sukses dengan pengalaman politik yang minim ini semula hendak mencalonkan diri sebagai walikota dari kubu independen. Akan tetapoi kemudian dia memiluh bergabung dengan salah satu partai politik Meksiko, Partai Revolusi Demokratik (PRD).

"Dia tidak tahan melihat begitu banyak kemiskinan, ketidaksetaraan, dan korupsi sehingga dia memutuskan maju," kata salah seorang rekannya, Miguel Malagón, kepada harian El Universal.

Pemilihan umum Meksiko akan berlangsung pada 1 Juli untuk memilih presiden baru, para senator, dan anggota-anggota Dewan Perwakilan. Selain itu, lebih dari 3.000 pejabat daerah dan kota turut ditentukan dalam pemilu tersebut.

 

Tag : pembunuhan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top