AS Akan Awasi Investasi dari China

Departemen Keuangan Amerika Serikat berencana untuk meningkatkan pengawasan investasi China di industri AS yang sensitif di bawah undang-undang darurat, yang berpotensi kembali meningkatkan perang perdagangan antara kedua negara.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 Juni 2018 09:26 WIB
Presiden China Xi Jinping berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (paling kanan). Ikut mendamping Ibu Negara China Peng Liyuan saat makan malam pada awal pertemuan puncak 6-7 April 2017 di Florida. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Departemen Keuangan Amerika Serikat berencana untuk meningkatkan pengawasan investasi China di industri AS yang sensitif di bawah undang-undang darurat. Langkah tersebut, berpotensi kembali meningkatkan perang perdagangan antara kedua negara.

Dilansir Bloomberg, Gedung Putih akan menggunakan salah satu langkah hukum paling signifikan untuk menyatakan investasi China di perusahaan-perusahaan AS terkait teknologi seperti kendaraan energi baru, robotika dan aeronautika sebagai ancaman terhadap keamanan ekonomi dan nasional, menurut delapan sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, dalam laporan yang dijadwalkan akan dirilis pada 29 Juni, akan mengajukan aturan hukum tersebut melalui panel pemerintah antar-lembaga yang disebut Komite Investasi Asing di AS (CFIUS).

Satu konsep yang sedang ditinjau adalah untuk membuat dua proses yang dapat dilacak CFIUS untuk meninjau investasi, dengan satu proses ditujukan khusus untuk China.

"Sekarang jelas bahwa kebijakan Trump bukan tentang defisit perdagangan," kata Raymond Yeung, kepala ekonom China untuk Australia & New Zealand Banking Group Ltd, seperti dikutip Bloomberg.

"Risiko keamanan dapat diterapkan untuk setiap aspek dalam hubungan bilateral, khususnya pembatasan investasi,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan China belum memberikan tanggapan tentang laporan pengawasan investasi yang direncanakan AS tersebut.

Mnuchin telah mengerjakan rencana itu sejak awal Desember, meskipun dia berargumentasi untuk mengambil pendekatan yang kurang agresif. Pada akhirnya, dia telah dibujuk oleh anggota lain dari Kabinet dan presiden agar bersikap lebih keras untuk mengatasi meningkatnya risiko keamanan nasional dari investasi China.

Tag : investasi, amerika serikat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top