Selain China, UE Juga Akan Balas Tarif Perdagangan dengan AS

Uni Eropa menyatakan siap melanjutkan eskalasi saling balas tarif perdagangan dengan Amerika Serikat. Mereka berupaya melawan tuntutan Presiden AS Donald Trump tentang perdagangan tidak adil yang dilakukan oleh 28 negara-negara UE.
Dwi Nicken Tari | 24 Juni 2018 10:32 WIB
Komisi Uni Eropa. - europa

Kabar24.com, JAKARTA – Selain China, Uni Eropa menyatakan siap melanjutkan eskalasi saling balas tarif perdagangan dengan Amerika Serikat.

Mereka berupaya melawan tuntutan Presiden AS Donald Trump tentang perdagangan tidak adil yang dilakukan oleh 28 negara-negara UE.

Jyrki Katainen, Komisioner UE untuk bidang pekerjaan dan perumbuhan, menyampaikan kepada surat kabar Perancis Le Monde sebuah kisah yang dipublikasikan pada Sabtu (23/6/2018).

Dia mengatakanan, jika  Trump mengenakan tarif baru (yang diancamkan pekan lalu) untuk mobil Eropa, "maka sekali lagi UE tidak punya pilihan selain bereaksi."

Adapun UE juga telah mengenakan tarif atas produk AS senilai 2,8 miliar euro (US$3,3 miliar) pekan ini sebagai balasan untuk tarif logam yang diberikan AS. Padahal, berdasarkan memo internal UE yang didapatkan Bloomberg, Uni Eropa memperlihatkan bahwa perdagangan UE dengan AS bukanlah perdagangan yang tidak adil.

“1 triliun euro dalam perdagangan antara UE dan AS itu adil, dan hal itu didebatkan oleh tuntutan Trump bahwa UE perlu dihukum karena praktik perdagangan tidak adil,” tulis memo internal UE, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (24/6/2018).

Berdasarkan memo tersebut yang mengutip data statistis AS, Negeri Paman Sam memiliki surpus dalam perdagangan jasa dengan UE sebesar US$45 miliar pada 2017.

Selain itu, Benua Biru juga merupakan investor terbesar untuk AS. Mereka berkontribusi untuk 72% aliran modal masuk (foreign direct investment/FDI) dan bahkan perusahaan Eropa yang ada di AS telah memberikan pekerjaan bagi  3,2 juta orang AS di sana.

Oleh karena itu, dengan mengikutsertakan perdagangan dalam barang, jasa, dan pemasukam utama dari investor, memo tersebut menyatakan bahwa AS memiliki surplus dengan UE sebesar 12 miliar euro.

Pekan lalu, Trump kembali melontarkan ancaman baru, yaitu pengenaan tarif sebesar 20% untuk mobil-mobil Eropa. Dia menuntut UE karena selama ini telah menjalankan praktik perdagangan tidak adil dengan AS.

“Berdasarkan hambatan tarif dan perdagangan yang telah lama diberikan untuk AS dan perusahaan serta pekerjanya oleh UE, jika tarif dan hambatan ini tidak segera dihilangkan, kami akan memberikan tarif 20% untuk semua mobil mereka yang memasuki AS,” cuit Trump melalui akun Twitter.

Sementara itu, tarif dari UE sengaja menargetkan produk-produk yang dekat dengan ‘politik’ seperti tarif 25% diberikan untuk Harley-Davidson Inc., Levi StraussCo, dan anggur bourbon.

Aksi balasan yang telah resmi diberlakukan per Jumat (22/6/2018) ini pun diperkirakan memukul konsumsi AS, agrikultur, dan produk-produk baja yang menjadi kunci dari kekuatan Partai Republik. Hal itu diharapkan dapat menekan Trump di dalam pemilihan tengah periode yang krusial pada November 2018.

“Anggota-anggota Kongres AS, dari kedua partai, tidak sepenuhnya memiliki pandangan yang sama dengan presiden, begitu juga sektor swasta. Ketika tekanan ini memberikan dampak, maka tekanannya akan semakin besar,” imbuh Katainen.

Tag : uni eropa, amerika serikat
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top