Perbedaan Suara di Pilkada Jabar Tidak Terlalu Tebal

Pemilihan Gubernur Jawa Timur diprediksi akan sangat ketat karena perbedaan suara yang tidak terlalu tebal.
Jaffry Prabu Prakoso | 23 Juni 2018 18:41 WIB
Aparatur sipil negara berfoto bersama seusai mengikuti upacara peringatan HUT ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), di Monas, Jakarta, Rabu (29/11). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemilihan Gubernur Jawa Timur diprediksi akan sangat ketat karena perbedaan suara yang tidak terlalu tebal.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan berdasarkan survei yang dilakukan pada 18-22 Juni lalu, elektabilitas Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak sebesar 51,8% sementara Saifullah Yusuf-Puti Soekarno 43,5%. Yang tidak menjawab 6%.

"Analisa kami pada saat hari H, perbedaan suara paling jauh antara keduanya yakni 10%. Sementara paling dekat 53% untuk Khofifah dan 47% Gus Ipul. Ini mengingatkan kita kembali pada pilpres 2014," katanya di Jakarta, Sabtu (23/6/2018).

Responden yang ditanya kepada dua pasangan tersebut, mereka sangat yakin atas pilihannya sebesar 27,5%, cukup yakin 47,9%, ragu 15,6%, sangat ragu 2,1%, dan tidak jawab 4,9%.

Sementara itu tren elektabilitas keduanya terus naik selama empat survei terakhir yang dilakukan Poltracking. Pada Januari popularitas Khofifah kalah melawan Gus Ipul yakni 37,8% berbanding 39,8%.

Di survei kedua atau Bulan Maret. publik Jatim mulai yakin dengan mantan Menteri Sosial ini dengan perolehan 42,1% melawan 37,5%.

Survei Bulan Mei keterpilihan Khofifah terus menanjak ke 44,8% sedangkan Gus Ipul turun ke 35,4%.

Hanta memerkirakan suara pada survei terakhir ini tidak akan berubah kecuali ada perubahan dinamika politik yang signifikan seperti adanya kampanye hitam.

Tag : Pilkada Serentak
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top