Jokowi Jadi Presiden Indonesia Kedua yang Kunjungi Sekolah Tinggi Seni

Jokowi datang ke Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dalam rangka memberikan kuliah umum pada Sabtu (23/6/2018). Dia memberikan kuliah umum yang mengambil tema Pemajuan Kesenian Nusantara Dalam Rangka Kebhinekaan dan Persatuan Indonesia.
Ni Putu Eka Wiratmini | 23 Juni 2018 12:34 WIB
Jokowi berfoto dengan peserta kuliah umum Presiden Republik Indonesia di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali yang mengambil tema "Pemajuan Kesenian Nusantara Dalam Rangka Kebhinekaan dan Persatuan Indonesia" pada Sabtu (23/6). - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR – Presiden Joko Widodo merasa bangga menjadi kepala negara kedua setelah Presiden Soekarno yang mengunjungi sekolah tinggi seni sepanjang sejarah Indonesia.

Jokowi datang ke Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dalam rangka memberikan kuliah umum pada Sabtu (23/6/2018). Dia memberikan kuliah umum yang mengambil tema Pemajuan Kesenian Nusantara Dalam Rangka Kebhinekaan dan Persatuan Indonesia.

Menurut Jokowi, merupakan kebangaan tersendiri baginya bisa memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa seni walaupun dia tidak mengenyam pendidikan serupa.

Dia mengaku telah mengunjungi berbagai kampus dalam beberapa tahun terakhir untuk mengajak civitas akademik dan kaum terdidik menghadapi perubahan dunia dengan sangat cepat.

“Saya yang lulusan teknologi kayu kehutanan diundang untuk memberikan kuliah di ISI, bisa nyambung enggak kira-kira?” ujar Jokowi.

Kepala Negara berharap para dosen dan mahasiswa mampu menghasilkan karya seni dan terus berkreasi, memegang teguh semangat hidup, serta menemukan inspirasi dari kekayaan dan keragaman budaya lokal Indonesia. Sehingga, makin banyaknya karya seni yang lahir dan mampu menjadi sumber pemersatu bangsa.

“Jadikan karya seni sebagai sumber energi kemajuan peradaban Indonesia, teruslah berkreasi dan selamat atas Dies Natalis ke-15 ISI Denpasar,” tuturnya.

Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar I Gede Arya Sugiharta menyatakan adalah suatu kebanggaan bisa menerima kedatangan Jokowi untuk memberikan kuliah umum ke para mahasiswa.

Menurutnya, kehadiran seorang presiden ke sekolah tinggi seni baru dua kali terjadi. Pertama, saat Presiden Soekarno mengunjungi akademi Seni Rupa Indonesia pada 1955.

Kedua, dengan kehadiran Jokowi di ISI Denpasar.

Dia mengungkapkan selama ini sekolah seni kerap mendapat stigma negatif mengenai lulusannya yang akan kesulitan mendapat pekerjaan. Namun, saat ini stigma tersebut perlahan menghilang.

Kini, seni telah menjadi sumber kehidupan bagi sebagian orang. Hal itu seiring mulai banyaknya jenis-jenis kelimuan bidang seni seperti gambelan robot, seni fotografi, hingga wayang listrik.

“Apalagi, sebentar lagi akan muncul akuntansi seni,” terangnya.

Arya menilai kuliah umum ini penting diadakan untuk mengingatkan pentingnya seni dan budaya bagi Indonesia. Pendidikan seni masih sangat diperlukan untuk memperkaya budaya Indonesia.

“Seni bukan pelengkap maupun penghibur tapi berperan dalam membangun peradaban dan daya siang bangsa,” tegasnya.

Kuliah Umum Presiden Republik Indonesia di ISI Denpasar dihadiri tidak hanya dari mahasiswa kampus ini, tetapi juga beberapa perguruan tinggi lainnya seperti mahasiswa Univeristas Pendidikan Ganesha (Undhiksa), Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Fakultas llmu Budaya Universitas Udayana, dan Sekolah Tinggi Seni Papua.

Tag : jokowi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top