Berdedikasi di Bidang Politik Islam, JK Miliki Selusin Gelar Doktor Honoris Causa

Bertepatan dengan HUT Ke-64 Universitas Muslim Indonesia (UMI), akademisi perguruan tinggi swasta tersebut menganugerahkan Gelar Doktor Kehormatan atau Doktor Honoris Causa kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Feni Freycinetia Fitriani | 23 Juni 2018 11:39 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menerima gelar Doktor Kehormatan atau Doktor Honoris Causa dari Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/6), karena berbagai pemikirannya dalam politik Islam. - Bisnis/Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, MAKASSAR -- Bertepatan dengan HUT Ke-64 Universitas Muslim Indonesia (UMI), akademisi perguruan tinggi swasta tersebut menganugerahkan Gelar Doktor Kehormatan atau Doktor Honoris Causa kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Gelar itu diberikan langsung oleh Rektor UMI Masrurah Mokhtar di kampus UMI, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).  Pejabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono mengatakan gelar doktor kehormatan ini bukanlah yang pertama bagi Jusuf Kalla (JK).

"Ini merupakan Gelar Doktor Honoris Causa ke-12 buat Pak JK," ujarnya di Makassar, Sabtu (23/6/2018).

Wapres JK mendapat predikat penerima Gelar Doktor Kehormatan terbanyak kedua. Soni mengungkapkan posisi pertama ditorehkan oleh Presiden Pertama RI Soekarno dengan total 25 gelar.

Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut menilai gelar bidang Pemikiran Ekonomi dan Politik Islam tepat lantaran sosok JK mampu mengaktualisasi Alquran dan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan nyata.

"Beliau juga terbukti mengembangkan program nyata bagi Sulsel. Peningkatan kualitas pun dilakukan terus-menerus," jelasnya.

JK sebelumnya telah menerima gelar honoris causa dari Soka University of Tokyo pada 2009, Universitas Malaya pada 2007, Rajamangala University of Technology Isan di Pathumthani Thailand pada 2017, serta gelar doktor dari berbagai perguruan tinggi dalam negeri.

Dalam kesempatan yang sama, JK mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada UMI atas predikat Doktor Kehormatan yang diterima.

"Saya ucapkan terima kasih kepada UMI. Seperti ayat suci Alquran yang dilantunkan tadi, isinya jika kamu bersyukur atas apa yang diperoleh, maka Allah akan menambahkannya," tuturnya.

Dalam orasi ilmiah yang berjudul Aktualisasi Prinsip Islam Dalam Penguatan Semangat Kebangsaan, JK mengungkapkan prinsip Islam memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan semangat kebangsaan di Indonesia.

Kenyataan ini dapat dilihat dalam sejarah dan dinamika umat Muslim Indonesia yang menunjukkan Islam menjadi faktor pemersatu di antara begitu banyak suku bangsa yang berbeda adat, tradisi, dan sosial-budaya.

“Berkat Islam, orang-orang dari suku Aceh misalnya, merasa dekat dan bersahabat dengan orang-orang dari suku Bugis atau Makassar, dan seterusnya antar suku-suku lain di Nusantara,” paparnya.

JK menambahkan sebagai faktor pemersatu, Islam mendorong tumbuh dan menguatnya ukhuwah Islamiyah (persaudaraan/solidaritas sesama Muslim) di antara berbagai suku dan etnis yang berbeda.

Ukhuwah Islamiyah, lanjutnya, mendorong tumbuhnya ukhuwah wathaniyah (persaudaraan/solidaritas sesama warga Tanah Air) ketika kolonialisme Belanda datang.

“Kita dapat melihat pertumbuhan ukhuwah wathaniyah yang menjadi dasar semangat kebangsaan tumbuh, berkembang dan menguat dari ukhuwah Islamiyah,” terang JK.

Tag : jusuf kalla
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top