AS Sediakan 20.000 Tempat Tidur Bagi Anak Imigran

Setelah mengundang kontroversi, Departemen Pertahanan AS akhirnya menyiapkan sekitar 20.000 tempat tidur bagi imigran anak tanpa pendamping di markas-markas militer.
John Andhi Oktaveri | 22 Juni 2018 10:32 WIB
Anak-anak imigran, kebanyakan dipisahkan dari orang tuanya di perbatasan AS di bawah kebijakan tanpa toleransi yang diterapkan Pemerintah AS, ditampung di tenda-tenda dekat perbatasan dengan Meksiko di Tornillo, Texas, AS, Senin (18/6). - Reuters/Mike Blake

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah mengundang kontroversi, Departemen Pertahanan AS akhirnya menyiapkan sekitar 20.000 tempat tidur bagi imigran anak tanpa pendamping di markas-markas militer.

Juru bicara Pentagon Jamie Davis mengatakan keputusan tersebut diambil sesuai dengan permintaan dari Departemen Kesehatan AS.

"Kami diminta berdasarkan kemampuan kami untuk menyediakan 20.000 tempat tidur sementara untuk anak tanpa pendamping di instalasi Departemen Pertahanan," ungkapnya sebagaimana dilansir CNN.com, Jumat (22/6/2018).

Selama beberapa pekan belakangan, Pemerintah AS memang sedang mempertimbangkan penggunaan basis militer untuk menampung anak-anak imigran tanpa orang tua yang menyeberangi perbatasan Meksiko menuju AS.

Departemen Kesehatan AS mempertimbangkan sejumlah markas militer di selatan AS, yaitu 3 di Texas dan 1 di Arkansas, untuk menampung para imigran anak tersebut.

"Sejumlah markas sudah didatangi untuk kemungkinan dijadikan penampungan, tapi bukan berarti semua anak ditempatkan di sana," ucap Davis.

Namun, dia memastikan pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan untuk menangani masalah ini.

Permintaan ini dilayangkan setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani surat perintah untuk mengakhiri aturan pemisahan keluarga imigran yang dikecam oleh banyak pihak.

Di bawah kebijakan tersebut, pihak berwenang dapat mendakwa imigran yang tertangkap menyeberangi perbatasan Meksiko secara ilegal. Sementara orang dewasa di penjara, anak-anak mereka dikirim ke tempat penampungan pemerintah.

Namun, setelah aturan itu dihentikan, timbul masalah baru karena sudah ada 2.342 anak yang sudah dipisahkan dari orang tuanya selama periode 5 Mei-9 Juni 2018.

Tag : kebijakan imigrasi trump
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top