Norwegia Uji Coba Pesawat Listrik Berkapasitas 2 Penumpang

Norwegia menguji pesawat listrik berkapasitas dua penumpang pada hari Senin kemarin, dan memperkirakan awal penerbangan penumpang tersebut pada tahun 2025.
Mia Chitra Dinisari | 19 Juni 2018 07:35 WIB

Kabar24.com,  JAKARTA -  Norwegia menguji pesawat listrik berkapasitas dua penumpang pada hari Senin kemarin,  dan memperkirakan awal penerbangan penumpang tersebut pada tahun 2025. 

Menteri Transportasi Ketil Solvik-Olsen dan Dag Falk-Petersen, kepala Avinor yang menjalankan sebagian besar bandara Norwegia, mencoba penerbangan beberapa menit di sekitar bandara Oslo di pesawat Alpha Electro G2, yang dibangun oleh Pipistrel di Slovenia.

"Ini adalah ... contoh pertama bahwa kita bergerak maju cepat" menuju penerbangan yang lebih ramah lingkungan,"Solvik-Olsen mengatakan kepada Reuters.

"Kami harus memastikannya aman,  karena orang-orang tidak akan terbang jika mereka tidak mempercayainya." tambahnya.

Dia mengatakan pembuat pesawat seperti Boeing dan Airbus sedang mengembangkan pesawat listrik, serta turunnya harga baterai, layak untuk mencapai tujuan pemerintah untuk membuat semua penerbangan domestik di Norwegia bertenaga listrik pada tahun 2040.

Ditanya kapan penerbangan penumpang di pesawat listrik bisa dimulai, Falk-Petersen, sang pilot, berkata: "Tebakan terbaik saya adalah sebelum 2025 ... Semua harus dialiri listrik pada 2040." tegasnya. 

Keduanya mengatakan pesawat, dengan berat lepas landas dari 570 kg (1255 lb) itu,  sempat tersendat dan diterpa angin tetapi jauh lebih tenang daripada pesawat konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil.

Norwegia sendiri menjadi puncak liga dunia untuk penjualan per kapita mobil listrik seperti Teslas, Nissan Leafs atau Volkswagen Golfs, didukung oleh insentif seperti potongan pajak besar, parkir gratis dan pengecualian dari jalan tol.

Pada bulan Mei 2018, 56 persen dari semua mobil yang dijual di Norwegia adalah listrik murni atau hibrida,  naik 46 persen pada bulan yang sama tahun 2017, menurut statistik resmi.

98 persen listrik di Norwegia dihasilkan dari tenaga air bersih.

Beberapa politisi oposisi mengatakan pemerintah perlu 

Pesawat listrik pertama terbang melintasi Selat Inggris pada Juli 2015, termasuk Airbus E-Fan. Penerbang Perancis Louis Bleriot yang pertama kali terbang melintasi Selat, pada 1909, dalam pesawat bertenaga bahan bakar fosil.

Pesawat listrik sejauh ini memiliki masalah kapasitas angkut dan baterai, serta jarak rentang terbatas. Baik Falk-Petersen dan Solvik-Olsen mengatakan mereka telah menjalani diet ketat sebelum penerbangan.

"Istri saya senang tentang itu," seloroh Solvik-Olsen

Sumber : Reuters

Tag : pesawat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top