Sempat Ditolak Italia, Ratusan Migran Afrika Akhirnya Diterima di Spanyol

Ratusan migran yang diselamatkan dari Mediterania dan sempat ditolak oleh Italia dan Malta, akhirnya berlabuh di Valencia Spanyol.
Ropesta Sitorus | 17 Juni 2018 21:01 WIB
Ilustrasi-para pengungsi Suriah di atas kapal karet menuju Yunani - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Ratusan migran yang diselamatkan dari Mediterania dan sempat ditolak oleh Italia dan Malta, akhirnya berlabuh di Valencia Spanyol.

Sebanyak tiga kapal, termasuk Aquarius, yang menyelamatkan 630 migran pada akhir pekan lalu, sekarang berlabuh di pelabuhan Valencia. Para tenaga medis, penerjemah dan pekerja palang merah juga dilaporkan siap memberikan dukungan.

Pemerintah sosialis baru Spanyol telah menjanjikan perawatan kesehatan gratis dan menyatakan akan menyelidik setiap kasus suaka.

Perdana Menteri Pedro Sanchez yang baru dilantik dua pekan lalu mengadopsi sikap terbuka kepada migran.

“Adalah tugas kami untuk membantu menghindari bencana kemanusiaan dan menawarkan pelabuhan yang aman bagi orang-orang ini, untuk memenuhi kewajiban hak asasi manusia kami,” kata Perdana Menteri Pedro Sanchez seperti dikutip dari BBC.com, Minggu (17/6/2018).

Mengutip kantor berita Italia Ansa, kapal penjaga pantai Italia memasuki pelabuhan Valencia pada pukul 06.20 waktu setempat dan membawa 274 migran.

Sekitar 1.000 pekerja palang merah dan polisi telah siaga untuk menangani kedatangan mereka.

Kemudian tak lama sesudahnya, kapal Aquarius tiba di pelabuhan membawa 106 migran lainnya diikuti dengan kapal Italia lainnya yang membawa ratusan migran.

Para migran tersebut sebelumnya telah terombang-ambing selama seminggu di lautan yang ganas menggunakan perahu karet kecil. Mereka berasal dari 26 negara.

Jumlah terbanyak berasal dari Sudan dan Nigeria (sekitar 150 orang dari masing-masing negara), lusinan migran lainnya dari Eritrea, Sudan Selatan dan Algeria.

Sisanya mayoritas berasal dari negara-negara Afrika lainnya, dan sebagian kecil berasal dari Afghanistan, Pakistan dan Bangladesh.

Sebanyak 123 orang merupakan anak di bawah umur, 11 orang anak-anak yang lebih muda di bawah usia 13 tahun, dan tujuh wanita hamil.

Petugas palang merah menyatakan para migran akan diberikan makanan dan perlengkapan yang bersih. Wanita hamil juga akan dibawa untuk melakukan pemeriksaaan.

Setiap orang di kapal akan menerima bantuan psikologis dan pemerintah Spanyol menjanjikan bantuan medis kepada mereka. Kepolisian mulai melakukan identifikasi untuk memulai prosedur imigrasi.

Pemerintahan Prancis di bawah kepemimpinan Presiden Emmanuel Macron juga menyatakan akan siap bekerjasama dengan Spanyol untuk menangani para migran.

Wakil Perdana Menteri Spanyol Carmen Calvo mengatakan bahwa setiap migran yang ingin pergi ke Prancis akan diizinkan, asalkan memiliki klaim sah untuk suaka.

Keberadaan kapal Aquarius tersebut sempat memicu pertikaian diplomatik besar ketika dibiarkan terlantar pada hari Senin lalu.

Koalisi kerakyatan Italia – dan Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini yang juga pemimpin partai Liga Sayap kanan – mengambil pendekatan garis keras untuk imigrasi dan menolak kapal itu untuk berlabuh.

Menurutnya, tidak adil jika negara-negara di garis depan Uni Eropa harus menanggung sebagian besar penanganan masuknya migran.

Waikota Valencia Joan Ribo yang akhirnya menawarkan tempat berlabuh menilai keputusan Italia tersebut tidak manusiawi dan tidak bertanggung jawab.

Reformasi kebijakan migrasi Eropa diharapkan menjadi topik utama dalam pertemuan para pemimpin Uni Eropa yang akan dilakukan pada akhir bulan ini. Pasalnya banyak negara terus bergulat dengan kejatuhan politik yang disebabkan oleh masuknya migran dalam beberapa tahun terakhir.

Tag : imigran, imigran
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top