PERANG DAGANG AS-CHINA: Trump Jatuhkan Tarif, China Siap Membalas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya akan terus maju dengan tarif berat pada impor China senilai US$50 miliar, kondisi perang dagang yang memanas antara kedua kekuatan ekonomi dunia itu menunjukkan akan semakin membara setelah Beijing berjanji akan membalas dengan tarif serupa.
Mutiara Nabila | 17 Juni 2018 18:22 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) di sela-sela KTT G20, di Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7) siang waktu setempat. - REUTERS/Markus Schreiber

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya akan terus maju dengan tarif berat pada impor China senilai US$50 miliar, kondisi perang dagang yang memanas antara kedua kekuatan ekonomi dunia itu menunjukkan akan semakin membara setelah Beijing berjanji akan membalas dengan tarif serupa.

Trump mengeluarkan daftar sejumlah 800 barang impor penting dari China yang akan menjadi subjek dari penjatuhan tarif sebesar 25% terhitung mulai 6 Juli mendatang, termasuk mobil, sebagai sikap keras terhadap perdagangan dari Presiden AS yang saat ini juga sedang bersitegang dengan para sekutunya.

Kementerian Perdagangan China mengatakan pihaknya akan membalas dengan tarif dengan jumlah dan kekuatan yang sama dan akan menganulir perjanjian perdagangan sebelumnya dengan Trump.

Agen berita pemerintah China Xinhua menyebutkan bahwa China akan menjatuhkan tarif sebesar 25% pada 659 produk AS, dari sektor komoditas kedelai, otomotif, hingga makanan laut. Daftar balasan China meningkat hingga enam kali lipat dari versi yang dirilis pada April, tetapi nilainya tetap pada US$50 miliar, sejumlah produk perdagangan bernilai tinggi seperti pesawat terbang dihapuskan dari daftar tersebut.

Saham perusahaan Boeing Co., perusahaan pengekspor terbesar ke China, ditutup anjlok 1,3% dari kerugian sebelumnya. Saham perusahaan Caterpillar Inc, pengekspor besar ke China lainnya, ditutup turun 2%.

Trump juga mengatakan bahwa AS akan menjatuhkan tarif tambahan apabila China melakukan pembalasan. Washington dan Beijing terlihat semakin menuju konflik perdagangan terbuka setelah beberapa kali gagal melakukan negosiasi untuk menyelesaikan keluhan AS atas peraturan industrial China, kurangnya akses pasar di China dan defisit perdagangan AS sejumlah US$375 miliar.

“Tarif ini penting untuk mencegah pengiriman teknologi dan kekayaan intelektual Amerika dengan cara yang tidak sesuai ke China, untuk melindungi tenaga kerja AS,” ujar Trump.

Di sisi lain, sejumlah analis tidak memperkirakan bahwa tarif yang diberikan AS akan membuat kerugian besar bagi perekonomian China dan mengatakan bahwa ketegangan perdagangan itu akan terus memburuk.

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top