Presiden Moon Sebut Dunia Lolos dari Ancaman Perang Nuklir

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan dunia baru saja lolos dari ancaman perang setelah terlaksananya Singapore summit minggu ini antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Pimpinan Korea Utara Kim Jong-un.
Juli Etha Ramaida Manalu | 14 Juni 2018 11:55 WIB
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berjabat tangan saat pertemuan bilateral di Blue House, Seoul Korea Selatan, 14 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, MEDAN - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan dunia baru saja lolos dari ancaman perang setelah berlangsung KTT antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Pimpinan Korea Utara Kim Jong-un.

Trump dan Kim mengeluarkan pernyataan bersama setelah pertemuan bersejarah yang menegaskan kembali komitmen Korea Utara untuk mengupayakan denuklirisasi sepenuhnya di Semenanjung Korea. Hal ini juga sekaligus mengakhiri latihan militer gabungan antara Amerika dan Korea Selatan, serta pemberian jaminan keamanan bagi Korea Utara oleh Amerika Serikat.

“Ada banyak analisis terkait hasil pertemuan tersebut, tetapi saya rasa yang paling penting adalah penduduk dunia, termasuk yang ada di Amerika Serikat, Jepang, dan Korea, telah lolos dari ancama perang, senjata nuklir, dan rudal,” kata Moon kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/6/2018) jelang pertemuan keduanya di Seoul.

Tidak ada keterangan detail dalam pernyataan bersama keduanya terkait kapan Korea Utara akan benar-benar menghentikan program nuklirnya atau bagaimana hal ini bisa diverifikasi nantinya.

“Saya yakin kita telah mengambil langkah yang sangat baik dan signifikan di Singapura,” kata Pompeo kepada Moon.

Pompeo bersikukuh bahwa seelah pertemian tersebut Korea Utara berkomitmen untuk mengakhiri persenjataan nuklirnya. Namun, dia mengatakan prosesnya tidak akan mudah.

Kim Jong-un mengerti bahwa menyingkirkan persenjataan nuklirnya harus dilakukan secepatnya dan kelonggaran sanksi PBB hanya akan terjadi jika pihaknya telah melakukan denuklirisasi sepenuhnya.

Tag : korea utara, korea selatan, Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top