Rapat The Fed dan ECB Lebih Penting Dibanding Pertemuan Kim dan Trump

Setelah menyaksikan jabat-tangan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, sejumlah analis mengaku sangat positif. Namun, rapat kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB) masih lebih berpengaruh besar terhadap pasar.
Dwi Nicken Tari | 12 Juni 2018 13:36 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjalan setelah makan siang di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah menyaksikan jabat-tangan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, sejumlah analis mengaku sangat positif. Namun, rapat kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB) masih lebih berpengaruh besar terhadap pasar.

Adapun pergerakan pasar tidak terlalu antusias dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AS-Korut di Singapura. Saham di Jepang dan Hong Kong menguat, sementara Korea Selatan berayun di antara perolehan dan kerugian.

Di dalam mata uang, dolar AS menunduk dari perolehan awal dan yen turun tipis. Namun, won Korea Selatan meningkat dari penurunan awalnya.

Won diperkirakan bakal kesulitan bergerak ke arah mana pun. Pasalnya, apapun keputusan dari KTT AS-Korut, Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa (ECB) masih akan melaksanakan rapat kebijakan moneter dalam pekan ini.

Kedua bank sentral tersebut bersama-sama akan mengetatkan kebijakan moneter. The Fed diyakinkan baka menaikkan suku bunga ke rentang 1,75%-2% dan ECB diperkirakan akan mengumumkan waktu dan cara untuk mengakhiri program pembelian obligasi.

“Masih ada pertemuan bank sentral, mari kita lupakan [KTT AS-Korut],” kata Jingyi Pan, Strategis pemasaran di IG Asia Pte., seperti dikutip Bloomberg, Selasa (12/6/2018).

Senada, Ayako Sera, strategis di Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd. di Tokyo juga menyarankan secara global masih ada yang lebih penting selain KTT tersebut.

“Secara global, masih ada hasil dari rapat kebijakan The Fed dan ECB yang lebih penting pekan ini,” tegasnya.

Adapun, ketika Trump dan Kim berjabat tangan, KTT AS-Korut pun resmi dibuka. Padahal, baru tahun lalu saja keduanya berperang retorika sambil mengancam dengan membawa-bawa nuklir. Oleh karena itu, investor di seluruh dunia kini ikut memperhatikan bagaimana KTT tersebut akan mempengaruhi pasar.

“Pergerakan hari ini di pasar memperlihatkan ada konsensus terkait keluaran hari ini [KTT] akan positif,” kata Jung Sang-Jin, Head of Equities di Korea Investment Management Co. Ltd.

Berbeda, Chief Market Strategist di CMC Markets Michael McCarthy mengungkapkan pandangan pasar tidak akan terlalu terpengaruh oleh KTT ini.

“Bagian besar dari pertemuan ini tentang teater politik. Hal tersebut tidak akan membuat kita melihat perubahan substansial, yang menjadi jelas adalah di mana ada retorika level tinggi, akhirnya hanyalah aksi kecil,” ujarnya, di Sydney.

Namun, Stephen Innes, Head of Trading di Oanda Corp., di dalam catatannya kepada klien menyebukan beberapa trader berekspektasi sesuatu yang definitif dapat dihasilkan dari KTT AS-Korut.

“Investor masih waspada untuk potensi kembang api. Harus diingat ini baru permulaannya saja, bahkan belum lagi masuk ke bagian pertama,” katanya.

Tag : korea utara, Kebijakan The Fed, Donald Trump
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top