Theresa May Berupaya Satukan Suara dari Partainya

PM Inggris Theresa May berhasil membungkamm satu pemberontak yang pro terhadap anggota Uni Eropa dari Partai Konservatifnya. Dia meminta agar pemberontak potensial lainnya menyerah seiring upayanya mencapai kesepakatan Brexit.
Dwi Nicken Tari | 12 Juni 2018 11:00 WIB
PM Inggris Theresa May meninggalkan markas Partai Konservatif di London, setelah Inggris menyelesaikan pemungutan suara, 9 Juni 2017. - Reuters/Peter Nicholls

Bisnis.com, JAKARTA – PM Inggris Theresa May berhasil membungkam satu pemberontak yang pro terhadap anggota Uni Eropa dari Partai Konservatif. Dia meminta agar pemberontak potensial lainnya menyerah seiring upayanya mencapai kesepakatan Brexit.

Selain itu, May juga meminta agar anggota partainya yang terpecah-belah dapat bersatu dalam pekan-pekan menjelang pemungutan suara. Dia memohon agar para pembuat kebijakan tidak melemahkannya saat berbicara dengan Brussels dengan memberikan suara yang menentangnya.

“Kita harus memikirkan pesan apa yang dikirimkan Parlemen untuk Uni Eropa pekan ini,” kata May, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (12/6/2018).

Sekretaris Brexit David Davis juga memberi dukungannya untuk kompromi amandemen terkait pengaturan pabean dengan UE pada Senin (10/6/2018) malam.

Namun, hingga kini masih belum jelas apakah pemerintah telah melihat semua kemungkinan tantangan dari pejabatnya sendiri. Adapun UU Brexit masih berada di Parlemen untuk dinilai.

Jika kesepakatan tercapai, maka hal itu dapat memberikan keuntungan besar kepada May. Dia bakal mendapatkan waktu dan memperlihatkan bahwa dia mampu menyatukan anggota partainya. Selain itu, trader juga akan mendapatkan sinyal prospek Brexit dan masa depan May.

Adapun di dalam partai May, terdapat kubu yang pro-UE dan kubu yang pro-Brexit dan keduanya sama-sama memiliki kekuatan untuk mengusirnya.

Seorang pejabat yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, beberapa pemberontak ingin May mempertahankan hubungan perdagangan dengan UE setelah Brexit. Sementara itu, kubu pro-Brexit membalas bahwa mereka siap untuk menentang hal tersebut yang terdengar cukup ambigu dan Davis mendukungnya.

Tag : Brexit
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top