Tuduh Kanada Tak Jujur, Trump Keluar dari Komunike Bersama G7

Presiden AS Donald Trump menarik kembali dukungannya terhadap komunike bersama yang dihasilkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7, dan menuduh Kanada "tidak jujur".
John Andhi Oktaveri | 10 Juni 2018 15:57 WIB
Dari kiri: Presiden Konsil Eropa Donald Tusk, PM Inggris Theresa May, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden AS Donald Trump, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Jepang Shinzo Abe, PM Italia Giuseppe Conte, dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker berfoto bersama dalam KTT G7 di La Malbaie, Quebec, Kanada, Jumat (8/6). - Reuters/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden AS Donald Trump menarik kembali dukungannya terhadap komunike bersama yang dihasilkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7, dan menuduh Kanada "tidak jujur".

Trump mengatakan bahwa negara-negara lain memaksakan "tarif perdagangan yang terlalu besar" di AS.

Komunike bersama, yang mendukung "sistem perdagangan berbasis aturan", berhasil disepakati, walaupun ada ketegangan terkait kebijakan AS dalam tarif bea masuk terhadap impor baja dan aluminium.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengatakan kepada wartawan bahwa dia berjanji akan mematok tarif perdagangan terhadap produk AS pada awal Juli nanti sebagai bentuk pembalasan.

Dalam jumpa pers, Trudeau mengeluarkan pernyataan yang digambarkan "menghina" keputusan Trump terkait kebijakan barunya dalam mematok tarif bea masuk baru terhadap impor baja dan aluminium untuk keamanan nasional mereka.

"Kami akan tetap maju untuk menyiapkan langkah-langkah pembalasan pada 1 Juli," kata Trudeau. Dia menambahkan: "Orang Kanada termasuk sopan dan rasional, tapi kami juga tidak bisa ditekan seenaknya."

Pernyataan Trudeau ini kemudian diluruskan oleh stafnya dengan menyatakan bahwa Trudeau tidak mengatakan hal itu sebelumnya, baik di hadapan pers ataupun saat bertemu Trump.

Sementara itu, Uni Eropa menyatakan akan tetap mendukung komunike bersama, walaupun ditolak oleh Trump.

"Kami mendukung komitmen sebagaimana dihasilkan dalam komunike bersama G7," kata seorang pejabat senior Inggris sebagaimana dikutip BBC.com, Minggu (10/6).

Tag : Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top