KTT AS-KORUT: Trump dan Kim Jong-un Tiba di Singapura Hari Ini

Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan mendarat di Singapura pada Minggu (10/6/2018) selang beberapa jam antara satu sama lain.
Dwi Nicken Tari | 10 Juni 2018 13:35 WIB
Pulau Sentosa di Singapura menjadi lokasi pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 12 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan mendarat di Singapura pada Minggu (10/6/2018). Mereka akan tiba dalam waktu yang berbeda beberapa jam. Kedua pemimpin negara tersebut akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi bersejarah terkait senjata nuklir Korut.

Delegasi AS yang bertolak dari pertemuan kelompok 7 negara (G7) di Kanada akan tiba pada Minggu (10/6/2018) malam. Selanjutnya, Trump dijadwalkan langsung bertemu PM Singapura Lee Hsien Loong pada keesokan harinya.

“Presiden Donald Trump akan mendarat di Paya Lebar Airbase, Singapura, pukul 20.35 pada Minggu (10/6/2018) dan langsung menuju Hotel Shangri-La,” kata Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Minggu (10/6/2018).

Adapun para pejabat yang turut serta di pesawat Air Force One termasuk di antaranya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, Kepala Staf Gedung Putih John Kelly, dan Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders.

Sementara itu, Yonhap News Agency milik Korea Selatan mengungkapkan, pesawat jet pribadi berumur satu dekade II-62 milik Kim Jong-un, akan lepas landas dari Pyongyang pada Minggu (10/6/2018) dini hari dan langsung menuju Singapura. Kim akan tiba di Changi Airport, Singapura, pada Minggu (10/6/2018) siang.

Sebuah penerbangan langsung dari Pyongyang menuju Singapura pada Sabtu (9/6/2018), menimbulkan spekulasi bahwa delegasi pejabat Korut telah bergabung sebelumnya dengan Ketua Tim Korut, Kim Chang-son, yang telah berada di Singapura untuk menyelesaikan beberapa persiapan.

Pesawat kargo II-76 yang mendampingi Kim Jong-un dalam kunjungan terbarunya ke China juga telah meninggalkan Pyongyang pada Minggu (10/6/2018) pagi, menuju Singapura.

Adapun pembicaraan di dalam KTT nantinya adalah mengenai senjata nuklir Korut dan perdamaian di Semenanjung Korea.

Korea Utara telah menghabiskan waktu berdekade untuk mengembangkan senjata nuklir, puncaknya adalah uji perangkat termonuklir pada 2017. Korut juga sukses menguji coba misil yang dapat mencapai daratan AS.

Percobaan itu dilakukan di tengah-tengah kampanye “tekanan maksimal” yang dipimpin AS, yaitu dengan mengetatkan sanksi ekonomi terhadap Korut dan memberikan kemungkinan aksi militer.

Di dalam sambutan Tahun Baru-nya, Kim menyatakan bahwa negaranya telah melengkapi pengembangan program nuklir dan kini akan fokus untuk perkembangan ekonomi. Hal itu lah yang mendorong pertemuan bersejarah dengan Korea Selatan pada April lalu.

Setelah beberapa kali saling berkomunikasi dengan tetangganya, pejabat Korea Selatan menyampaikan kepada Trump pada Maret bahwa Kim bersedia untuk bertemu tatap-muka.

Kemudian, KTT AS-Korut pun terlaksana setelah masing-masing negara saling mengancam untuk mengundurkan diri setelah Korut tersinggung dengan pernyataan salah seorang penasihat AS.

Di sisi lain, tetap banyak pihak yang skeptis bahwa Kim benar-benar akan meninggalkan program nuklirnya. Mereka percaya bahwa pendekatan terbaru Kim ini hanya untuk mendapatkan kelonggaran sanksi ekonomi dari AS.

Sementara bagi Trump, suksesnya KTT ini akan menempatkan dirinya sebagai orang yang dibutuhkan di kancah internasional menjelang pemilihan kongres pada November 2018.

Tag : amerika serikat, korea utara, ktt
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top