JELAJAH JAWA BALI 2018: Catatan Kondisi Pansela Wilayah Jawa Barat

Tim kedua Liputan Lebaran Bisnis Indonesia Jelajah Jawa Bali 2018 sudah meninggalkan jalur pantai selatan atau Pansela di wilayah Jawa Barat. Berikut beberapa catatan menjelang puncak arus mudik kedua pada 12 Juni nanti.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2018 | 10 Juni 2018 17:45 WIB
Petugas menyiapkan BBM dalam kemasan di Posko cek poin Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (8/6). Pertamina menyediakan BBM dalam kemasan di wilayah yang dilalui pemudik. - ANTARA/Dedhez Anggara

 

Bisnis.com, JAKARTA - Tim kedua Liputan Lebaran Bisnis Indonesia Jelajah Jawa Bali 2018 sudah meninggalkan jalur pantai selatan atau Pansela di  wilayah Jawa Barat. Berikut beberapa catatan menjelang puncak arus mudik kedua pada 12 Juni nanti.

Tim menemukan sejumlah hal yang patut menjadi catatan bersama. Situasi dan kondisi jalanan di jalur selatan membutuhkan konsentrasi tinggi, baik pada saat berkendara siang maupun malam hari.

Bagi para pemudik yang memutuskan mengikuti rute ini diharapkan dapat memperhatikan kondisi tersebut.

Pansela mengharuskan pengemudi mewati jalur yang penuh kelokan dan bergelombang, serta sering kali menggoda pengendara memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi.

Sementara, masih terbatasnya penerangan jalan, membuat jarak pandang di jalur ini cukup pendek. Saat datang kendaraan dari arah yang berlawanan, pengendara dapat terkaget-kaget. Pemudik diharapkan selalu berhati-hati, khusunya ketika berkendara di malam hari.

Jalur Pansela juga penuh tambalan yang tidak rapi. Hal tersebut berdampak pada kesehatan mobil, terutama dapat mengikis ban lebih cepat, dan membuat shock breaker bekerja lebih ekstra.

Tidak terlalu banyak denyut perekonomian di sepanjang Pansela. Pemudik paling hanya menemukan warung dadakan yang menawarkan mie instan di kanan dan kiri jalan.

Di jalur ini bermunculan reklame ucapan selamat idulfitri dari para politisi. Sementara, spanduk yang mendorong pemudik untuk mampir ke lokasi-lokasi ecowisata yang banyak tersebar seperti pantai, gua, dan outbond masih terasa sedikit.

Promosi wisata kuliner lokal terasa masih kurang serius. Padahal, berkaca dari tren yang sedang terjadi, pemudik bisa jadi tertarik dengan sesuatu yang khas di wilayah yang mereka lewati.

Selain itu, sepinya posko-posko yang disediakan, membuat pemudik sering kali tidak memperhatikan keberadaanya. Banyak pemudik yang malah memilih pom bensin untuk melepas kepenatan perjalanan.

Padahal posko mudik yang disediakan sejumlah pihak menawarkan lebih banyak fasilitas yang dapat membuat pemudik beristirahat dengan tenang dan nyaman. Tengok saja misalnya posko Balai Santai Astra Honda Motor atau Posko Siaga Toyota.

Penulis naskah: Tim Jelajah Jawa Bali 2018 (Krizia Putri Kinanti, Adam Rumansyah, Pandu Gumilar, M.Richard)

Sumber : tim jelajah

Tag : Mudik Lebaran 2018
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top