JELAJAH JAWA BALI 2018: Segarkan Tubuh dengan Empal Asem di Cirebon

Bila Anda pemudik yang melewati daerah Cirebon, Anda dapat beristirahat sejenak sambil menikmati kuliner khas setempat. Salah satunya adalah empal asem.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2018 | 09 Juni 2018 12:58 WIB
Empal asem bisa menjadi pilihan untuk berbuka puasa ataupun sahur bagi para pemudik yang melintasi Cirebon, Jawa Tengah. - Bisnis/Haffiyan

Bisnis.com, CIREBON -- Menempuh perjalanan panjang saat mudik memang cukup melelahkan. Apalagi bagi mereka yang bertugas menjadi pengemudi.

Bila Anda pemudik yang melewati daerah Cirebon, Anda dapat beristirahat sejenak sambil menikmati kuliner khas setempat. Salah satunya adalah empal asem.

Tim Bisnis Indonesia Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali (LL-JJB) 2018 pun tertarik mencoba panganan ini di rest area KM 207 Tol Palimanan-Kanci (Palikanci).

Saat menyeruput kuah beningnya, rasa asam gurih langsung terasa. Ini membuat mata seketika melek dan badan semakin segar.

Aroma kuah empal asem pun harum menyegarkan. Di dalamnya ada berbagai bahan seperti potongan daging sapi, serta irisan daun bawang dan daun seledri.

Didi, koordinator Warung Sedap yang menyediakan menu empal asem, mengatakan rasa asam segar menu andalan warungnya itu berasal dari berbagai bumbu. Contohnya asam jawa, belimbing wuluh, jeruk nipis, dan jeruk sambal.

Empal asem juga menggunakan rempah khas Cirebon seperti kayu manis.

"Dari sisi bumbu, empal asem lebih banyak daripada empal gentong. Perbandingannya bila empal gentong 15 bumbu, empal asem bisa 20," ujarnya, Jumat (8/6/2018).

Menu empal asem disebut sangat cocok untuk pemudik yang menempuh perjalanan jauh. Selain menyegarkan, kandungan rempah-rempah lokal juga berkhasiat bagi tubuh.

Pada hari biasa, warung tempat Didi bekerja melayani sekitar 100 porsi. Mayoritas pembeli memesan empal asem dan empal gentong.

Namun, pada H-4 dan H-3 Lebaran, jumlah pembeli membeludak hingga dapat mencapai 1.000 porsi per hari. Untuk membuat 1.000 porsi itu, Didi harus menyiapkan 50 kg daging sapi.

"Kalau waktu sahur, pukul 01.30 WIB biasanya sudah ramai. Kalau waktu berbuka, ramainya dari pukul 15.00 WIB. Hitungannya kalau ramai begitu mesti sedia 50 kg daging sapi," ungkapnya.

Jadi, bila Anda mampir ke Cirebon, jangan lupa mencicipi empal asem, di samping mencoba "saudaranya" yang lebih populer, yakni empal gentong.

Berdasarkan pengalaman Bisnis.com, salah satu kedai yang menyediakan menu empal asem dengan rasa segar tak terlupakan adalah Empal Gentong Haji Apud. Selamat mencoba!

Untuk mendapatkan pantauan langsung arus mudik dari jalur Pantura maupun Pansela, Anda juga bisa melihatnya di Instagram Bisnis, @bisniscom.

Penulis naskah: Tim Jelajah Jawa Bali 2018 (Finna U. Ulfah, Jaffry Prabu Prakoso, Hafiyyan, Oktaviano DB Hana)

Sumber : tim jelajah

Tag : tim jelajah jawa-bali, Mudik Lebaran 2018
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top