Mengikis Radikalisme Lewat Pendidikan Karakter Bangsa

Ketua Umum Wanadri Andi Angga Kusuma mengatakan program pendidikan karakter bangsa (National and Character Building) dengan penekanan nilai-nilai Pancasila harus kembali digalakkan.
David Eka Issetiabudi | 08 Juni 2018 11:13 WIB
Warga dari berbagai elemen masyarakat melakukan aksi solidaritas menolak radikalisme dan terorisme di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (13/5/2018) malam. - ANTARA/M N Kanwa

Bisnis.com, JAKARTA -- Maraknya inflitrasi radikalisme yang mengancam integrasi bangsa perlu disikapi serius dan proaktif dalam rangka pencegahan serta pemberantasannya.

Selain upaya pemerintah untuk mengikis paham radikalisme, peran aktif generasi muda menjadi penting, mengingat radikalisme telah menyusup hingga level kampus dan civitas akademika.

Ketua Umum Wanadri Andi Angga Kusuma mengatakan program pendidikan karakter bangsa (National and Character Building) dengan penekanan nilai-nilai Pancasila harus kembali digalakkan.

"Dulu kita mengenal konsep pendidikan kepanduan yang menitikberatkan pada pendidikan karakter menggunakan media alam, demi meningkatkan semangat dan jiwa nasionalisme anak muda. Jadi tidak ada salahnya kita mulai galakkan kembali," tuturnya dalam keterangan pers, Jumat (8/6/2018).

Menurut Angga, gerakan kepanduan pernah memperoleh perhatian khusus pemerintah pada periode awal kemerdekaan Indonesia lantaran dinilai efektif menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan anak muda. Selain itu, gerakan kepanduan juga terbukti mampu membangun karakter pada diri pemuda-pemudi Indonesia.

Sayangnya, dalam perkembangannya program kepanduan banyak diadopsi oleh sejumlah kelompok dan golongan demi melanggengkan kepentingannya, melalui Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana pun Presiden Indonesia pertama Soekarno membubarkan gerakan kepanduan.

Dia menambahkan pasca pembubaran gerakan Kepanduan, lahirlah gerakan Pramuka dan Wanadri yang menginisiasi organisasi-organisasi kepemudaan dan penggiat alam hingga saat ini.

"Tapi di sini kita harus pintar-pintar meramu kurikulumnya dan jangan sampai pendidikan karakter untuk menjadi seorang nasionalis dan pancasilais malah membentuk ultranasionalisme di kalangan anak muda," tegas Angga.

Berangkat dari hal tersebut, dia berharap pemerintah kembali menggalakan program-program pendidikan karakter bangsa demi mengentaskan ancaman radikalisme dan menyempurnakan program bela negara yang sedang berjalan.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis setidaknya terdapat enam Perguruan Tinggi negeri yang telah disusupi radikalisme.

Tag : radikalisme
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top