KABAR GLOBAL 8 JUNI: Kala ZTE Pegang Kunci Perang Dagang, Defisit Perdagangan AS Menyusut

Berita mengenai peran ZTE dalam perang dagang AS-China serta deficit perdagangan AS yang menyusut menjadi topik sejumlah media nasional pada hari ini, Jumat (8/6/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 08 Juni 2018 08:28 WIB
Nama perusahaan ZTE terlihat di bagian luar gedung riset dan pengembangan ZTE di Shenzhen, China - Reuters/Bobby Yip

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai peran ZTE dalam perang dagang AS-China serta defisit perdagangan AS yang menyusut menjadi topik sejumlah media nasional pada hari ini, Jumat (8/6/2018).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Kala ZTE Pegang Kunci Perang Dagang. Tidak banyak yang dapat dilakukan Kongres AS ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump berniat meringankan hukuman ZTE Corp. Trump tetap mantap dengan rencananya kendati mendapat perlawanan kuat dari Partai Republik dan Partai Demokrat. (Bisnis Indonesia)

Defisit Perdagangan AS Menyusut. Defisit neraca perdagangan AS turun ke level terendahnya dalam tujuh bulan pada April. Kenaikan ekspor AS ke level tertingginya seiring peningkatan pengiriman bahan-bahan industri dan kacang kedelai menjadi penekan defisit tersebut (Bisnis Indonesia)

The Fed Kembali Jadi Fokus. Negara berkembang tengah berjuang menghadapi tingkat suku bunga AS yang akhirnya mendapatkan perhatian dari bank sentral AS Federal Reserve (The Fed). (Bisnis Indonesia)

Kerja sama Arab dan UEA. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) akan membahas soal pekerjaan dan investasi dalam diplomatik. Kerja sama ini diumumkan, Kamis (7/6), dan akan mencakup investasi di berbagai bidang mulai dari energi, pertanian, pariwisata dan jasa keuangan. (Kontan)

Data Tenaga Kerja Kuat. Jumlah orang Amerika Serikat (AS) yang mengajukan tunjangan pengangguran jatuh di pekan lalu. Pasar tenaga kerja yang kuat ini menguatkan rencana The Federal Reserve menaikkan suku bunga pada minggu depan. (Kontan)

Karyawan Tuntut Google. Pemegang saham Alphabet Inc termasuk eksekutif puncak menolak usulan proposal terbaru dari Google. Proposal ini datang setelah karyawan Google menuntut manajemen Google yang melakukan diskriminasi atas perempuan dalam bayaran dan promosi. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top