MUDIK LEBARAN 2018: Warung Dadakan Berharap Berkah

Momentum plesir menjelang dan setelah Lebaran mendatangkan keuntungan bagi warga di sekitar jalur mudik. Tak terkecuali para pedagang "Warung Dadakan" di sekitar rest area KM 130.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2018 | 08 Juni 2018 22:10 WIB
Petugas menghitung kendaraan yang melintas di Jembatan Timbang, Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (8/6). Pada H-7 lebaran volume kendaraan mudik yang melintas di jalur pantura mulai mengalami peningkatan. - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, INDRAMAYU—Momentum plesir menjelang dan setelah Lebaran mendatangkan keuntungan bagi warga di sekitar jalur mudik. Tak terkecuali para pedagang "Warung Dadakan" di sekitar rest area KM 130.

Para pedagang ini beroperasi di pinggir jalan tol, dekat jalur masuk dan keluar rest area. Sejumlah penganan dan minuman seperti teh, kopi, biskuit, serta mi instan menjadi produk andalan.

Untuk menyamankan pembeli, tak lupa para pedagang menyediakan tikar atau karpet untuk konsumen bersantai.

Nenti (42), salah seorang pedagang 'warung dadakan' menyampaikan, dirinya mulai berjualan pada hari ini, Jumat (8/6/2018). Ditemani 2 orang putrinya, Nenti berencana berjualan sampai 14 Juni 2018.

"Jadi hari Lebaran (15 Juni 2018) sama sehari setelah Lebaran biasanya sepi. Kami juga Lebaran dulu," tuturnya.

Nenti mengungkapkan, dua hari setelah Lebaran atau pada 17 Juni 2018, dia dan pedagang lainnya akan berpindah lapak ke seberang. Pasalnya, pola arus mudik lebih ramai ke arah pulang atau ke Jakarta.

Seluruh pedagang 'warung dadakan' bermukim dekat rest area KM 130. Rumah Nenti misalnya, hanya berjarak tempuh 15 menit menggunakan sepeda motor.

Dia menambahkan, soal penentuan posisi lapak hal ini berdasarkan kesekapatan saja. Persetujuan posisi ini tentunya mudah disepakati, karena para pedagang masih tetangga, sehingga akrab satu sama lain.

"Abis Lebaran 2 hari jualan lagi. Kalau enggak jualan di sini, ya di rumah aja," jelasnya.

Pedagang lainnya, Dedeh (43) menceritakan, pada hari ini, suasana Tol Cipali yang masih sepi membuat jumlah pedagang masih sedikit. Namun, ketika puncak arus mudik H-3 dan H-4 Lebaran, jumlah pedagang 'warung dadakan' bisa mencapai 300-an lapak.

Dalam masa puncak tersebut, omset 'warung dadakan' bisa mencapai Rp500 ribu per hari. Adapun, pada hari lain, rata-rata pedagang dapat mengantongi Rp300 ribu per hari.

Perihal penertiban, terkadang ada satpam yang menegur agar tidak berdagang di area pinggir tol. Oleh karena itu, pedagang 'warung dadakan' berkomitmen menjaga kebersihan dan kerapian, agar aktivitasnya tidak diusik.

Sumber : Tim Jelajah

Tag : Mudik Lebaran 2018
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top