Revolusi Digital, Indonesia dan Singapura Sepakati Kerja Sama

Indonesia dan Singapura menyepakati kerja sama mengantisipasi dampak ketenagakerjaan dari revolusi digital. Kerja sama disepakati setelah Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dan Menteri Tenaga Kerja Singapura Josephine Teo di sela -sela sidang perburuhan ILO di Jenewa, Swiss.
Thomas Mola | 08 Juni 2018 20:59 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menjadi keynote speaker dalam diskusi publik Forum Kebijakan Ketenagakerjaan (FKK) bertajuk The Future of Jobs and Jobs of The Future di Jakarta, Rabu (11/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia dan Singapura menyepakati kerja sama mengantisipasi dampak ketenagakerjaan dari revolusi digital. Kerja sama disepakati setelah Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dan  Menteri Tenaga Kerja Singapura Josephine Teo di sela -sela sidang perburuhan ILO di Jenewa, Swiss.

Hanif mengapresiasi dan berterima kasih kepada Singapura yang selama ini telah bekerja sama dengan Indonesia dalam hal ketenagakerjaan melalui Temasek Foundation dan Singapore Polytechnic.  

“Indonesia berharap kerjasama peningkatan skill pekerja harus terus ditingkatkan, guna mengantisipasi dampak revolusi industri 4.0,”  ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (08/06/2018).

Hanif menambahkan, Indonesia berharap kerja sama melakukan pemetaan transformasi sebagai respon terhadap digitalisasi dan industri 4.0.

“Indonesia ingin melihat pengalaman yang telah dilakulan Singapura,” tambahnya.

Hanif menuturkan Indonesia juga meminta Singapura bertukar pengalaman dalam menjalankan skema pembiayaan peningkatan keterampilan bagi pekerja (skills development fund).

Kedua menteri menyadari dampak digitalisasi industri atau yang lazim disebut revolusi industri 4.0, yang banyak menghilangkan jenis pekerjaan konvensional. Namun, pada saat yang sama akan menghadirkan banyak jenis pekerjaan baru di masa mendatang.  Oleh karenanya, diperlukan  pemetaan jenis pekerjaan yang akan muncul di masa mendatang.

“Singapura membuka diri bekerja sama dan berbagi pengalaman dalam memetakan future of work,” kata Josephine.

Menurutnya, dalam mengantisipasi dampak industri digital, Singapura telah memperkenalkan konsep industrial map dan profesional engagement dimana setiap industri memiliki peran penting dalam mengatasi perubahan jenis pekerjaan. Untuk itu, keberadaan pelatihan di setiap perusahaan menjadi sangat penting.

“Dengan pelatihan, akan diketahui kenutuhan jenis pekerjaan karena itulah cermin kebutuhan pekerjaan di setiap perusahaan,” tambahnya.

Tag : digital
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top