Sentimen Pembatasan Investasi China di Malaysia Tak Pengaruhi Indonesia

Sentimen pembatasan investasi asing dari China di Malaysia tidak akan berpengaruh pada Indonesia karena kondisi kedua negara sangat berbeda dalam hal investasi.
John Andhi Oktaveri | 08 Juni 2018 08:10 WIB
Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kiri), Ketua DPR Bambang Soesatyo (kedua kiri), Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin (kedua kanan), dan Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari berbincang saat buka puasa bersama pimpinan lembaga tinggi negara di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/5/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Sentimen pembatasan investasi asing dari China di Malaysia tidak akan berpengaruh pada Indonesia karena kondisi kedua negara sangat berbeda dalam hal investasi.

Demikian dikemukakan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) dalam acara “Buka Bersama Wartawan Parlemen” Kamis malam, Kamis (7/6/2018).

OSO menilai hingga kini kondisi investasi di Indonesia tetap kondusif dengan berbagai strategi dan kebijakan dari Presiden Jokowi. Dia mengakui kepiawaian Presiden Jokowi dalam membuat berbagai kebijakan yang kadang-kadang tidak dipahami publik, malah dipuji oleh pemerintah Malaysia.

Kalaupun ada sedikit gangguan ekonomi hal itu lebih kepada pengaruh siklus ekonomi global, ujarnya. Dia mencontohkan fluktuasi dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Malaysia dan Indonesia beda (soal investasi asing),” ujarnya menanggapi keputusan PM Malaysia Mahathir Mohammad yang menghentikan proyek kereta api cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur-Singapura.

Proyek investasi China itu sebelumnya telah disetujui oleh pemerinatahan PM Najib Razak yang pada awal Mei lalu kalah dalam Pemilu. Mahathir yang kini berusia 92 tahun kembali berkuasa setelah pensiun selama 15 tahun.

Mahathir juga meninjau sejumlah proyek investasi China di Malaysia. Indonesia juga tengah melanjutkan pembanguna jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung dengan investor dari China.

OSO mengatakan dalam pertemuannya dengan Mahathir baru-baru ini, pemimpin negara jiran tersebut malah memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Ekonomi Indonesia lebih baik dari Malaysia. Anda punya pemimpin yang baik,” ujar Mahathir sebagaimana disampaikan OSO.
Indoneia juga disebut bakal menjadi negara besar, karena kekayaan dan keanekaragaman komoditas yang dimilikinya yang jauh lebih kaya dari Malaysia.

 

Tag : china, malaysia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top