Defisit Neraca Perdagangan AS Sentuh Level Terendah 7 Bulan

Defisit neraca perdagangan AS turun ke level terendahnya dalam tujuh bulan pada April. Pasalnya, ekspor meningkat ke level tertingginya ditopang oleh peningkatan pengiriman bahan-bahan industri dan kacang kedelai.
Dwi Nicken Tari | 07 Juni 2018 19:09 WIB

Kabar24.com, JAKARTA – Defisit neraca perdagangan AS turun ke level terendahnya dalam tujuh bulan pada April. Pasalnya, ekspor meningkat ke level tertingginya ditopang oleh peningkatan pengiriman bahan-bahan industri dan kacang kedelai.

Laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS merupakan tanda-tanda terbaru dari kuatnya perekonomian AS di kuartal II/2018.

Departemen Perdagangan menunjukkan, selisih perdagangan mengerucut 2,1% menjadi US$46,2 miliar, terkecil sejak September tahun lalu.

Sementara data defisit neraca perdagangan Maret direvisi turun ke US$47,2 miliar, dari sebelumnya US$49 miliar.

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan defisit perdagangan pada April tidak berubah di level US$49 miliar. Ketika mempertimbangkan inflasi, selisih perdagangan juga mengecil ke US$77,5 miliar dari US$78,2 miliar pada Maret.

Adapun defisit perdagangan ril telah berada di bawah rata-rata US$82,5 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

Di sisi lain, kebijakan proteksionisme dagangan dari Presiden AS Donald Trump dikhawatirkan membawa ancaman ke dalam prospek ekonomi yang cerah di Negeri Paman Sam.

“Tensi perdagangan tetap menjadi ancaman dan berpotensi menarik pertumbuhan ekonomi,” kata Sam Bullard, Ekonom Senior di Welss Fargo Securities, Charlotte, North Carolina, seperti dikutip Reuters, Kamis (7/6/2018).

Dia menambahkan, perekonomian AS tidak hanya berpijak solid tetapi juga memperlihatkan percepatan pertumbuhan pada kuartal II/2018.

Oleh karena itu, jika tren defisit perdagangan ril tetap dipertahankan, perdagangan dapat berkontribusi untuk produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II/2018 setelah memiliki dampak netral pada kuartal sebelumnya.

Di sisi lain, para ekonom menilai pengenaan tarif tidak akan terlalu berdampak untuk mengurangi defisit pedagangan. Pasalnya, dolar AS masih menjadi mata uang cadagangan global dan tingkat suku bunga AS masih rendah, serta defisit fiskal telah memotong sebesar US$1,5 tiriliun paket pajak.

Trump pada Maret mengumumkan tarif impor baja dan aluminium untuk melindungi industri domestik dari apa yang disebutnya sebagai kompetisi tidak adil dari produsen luar negeri.

Tag : ekonomi as
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top