Festival Panji Internasional 2018 Diikuti 3 Negara Asean

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar "Festival Panji Internasional 2018" untuk pertama kalinya yang diikuti 3 negara Asean, yakni Indonesia, Thailand, dan Kamboja.
Rinaldi Mohammad Azka | 31 Mei 2018 13:33 WIB
Pertunjukan wayang - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar "Festival Panji Internasional 2018" untuk pertama kalinya yang diikuti 3 negara Asean, yakni Indonesia, Thailand, dan Kamboja.

Festival tersebut diselenggarakan di 8 kota, yaitu Denpasar, Surabaya, Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Yogyakarta, dan Jakarta.

Direktur Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan mengatakan tujuan Indonesia menggelar Festival Panji Internasional untuk mengajak negara-negara di Asean bersama-sama merayakan panji sebagai warisan budaya dunia."

Pada tahun 2017, United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menerima naskah-naskah cerita Panji sebagai Warisan Dunia dan mencatatnya di dalam Memory of The Word (MoW) UNESCO.

Dalam keterangan tertulis, Kamis (31/5/2018), cerita Panji menyebar hampir di seluruh negara Asean dengan Indonesia sebagai pusatnya.

“Nilai-nilai dari Panji juga erat dengan keragaman, pendidikan karakter, dan sebagainya. Kita, negara-negara Asean juga mempunyai kesamaan dan kemiripan dalam budaya,” tuturnya.

Rangkaian

Rangkaian festival ini berlangsung dari Rabu (27/6/2018) hingga Jumat (13/7/2018) mendatang. Kegiatannya antara lain, pergelaran kesenian dari negara-negara Asean di delapan kota, lokakarya/seminar, kegiatan apresiasi (lomba bagi pelajar), kunjungan budaya, dan pameran (naskah, lukisan, topeng).

Tempat pelaksanaannya dengan detail sebagai berikut :

Denpasar, 28-30 Juni 2018, Pandaan, 1 Juli 2018, Malang, 2 Juli 2018, Blitar, 3 Juli 2018, Tulungagung, 4 Juli 2018, Kediri, 5 Juli 2018, Yogyakarta, 6-8 Juli 2018, Jakarta, 10-11 Juli 2018.

Cerita Panji berasal dari tanah Jawa dan mengisahkan Raden Inu Kertapati dan Dewi Sekartaji, muncul pada akhir abad ke-13. Alur cerita Panji adalah kisah cinta dan petualangan dari Inu Kertapati dan Dewi Sekartaji dengan berbagai penyamaran, perkelahian, serta peperangan.

Cerita Panji segera populer dan digemari masyarakat, lalu menyebar ke seluruh Nusantara. Pada abad ke-19, cerita Panji menyeberang samudera ke Malaysia dan Asia Tenggara dan menjadi salah satu sastra yang digemari masyarakat di Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam. dan Malaysia.

Nama Panji menyesuaikan karakter setiap negara, di Thailand menjadi Inao dan di Malaysia menjadi Hikayat Cerita Panji. Cerita ini menginspirasi seni pertunjukan seperti tari, pentas, wayang, dan beragam topeng. Cerita Panji juga dijadikan di candi-candi dalam bentuk ukiran relief.

 

Tag : kemdikbud
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top