KTP-El Rusak Terjatuh dari Mobil. Ini Penjelasan Dirjen Dukcapil

Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mengklarifikasi tentang insiden jatunya KTP-elektronik yang ditemukan di Jl. Raya Salabenda Semplak, Kab. Bogor.
Saeno | 27 Mei 2018 16:27 WIB
Ilustrasi: Petugas memerlihatkan blanko e-KTP yang diterima saat pendistribusian di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bandar Lampung, Lampung, Rabu (12/4). - Antara/Ardiansyah

Bisnis.com, JAKARTA -  Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mengklarifikasi tentang insiden jatunya KTP-elektronik yang ditemukan di Jl. Raya Salabenda Semplak, Kab. Bogor.

Menurut Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, KTP-el yang ditemukan terjatuh di Jl. Raya Salabenda Semplak, Kab. Bogor adalah KTP el rusak atau invalid.

"Pak sesditjen Dukcapil I Gede Suratha sudah melakukan pengecekan di lapangan dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor, [hasilnya] menunjukkan bahwa KTP-el yang tercecer tersebut adakah KTP-el rusak/invalid dan diangkut dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke Gudang Kemendagri di Semplak Bogor."

Lebih jauh dijelaskan bahwa semua KTP-el yg jatuh dari mobil pengangkut sudah diamankan bersama masyarakat dan dikembalikan ke mobil pengangkut. "Selanjutnya dibawa ke Gudang Penyimpanan di Semplak, disaksikan petugas kemendagri yang ditugaskan melaksanaksn pemindahan barang dari Pasar Minggu ke Semplak," ujar Zudan.

KTP-el rusak/invalid yang dibawa ke Semplak berjumlah 1 dus dan seperempat karung. Ia membantah kabar bahwa KTP-el yang jatuh berjumlah berkarung-karung. Adapun jumlah keping KTP-el tersebut tidak dihitung. "karena merupakan gabungan dari sisa-sisa pengiriman sebelumnya."

Zudan menambahkan permasalahan  KTP-el yang terjatih dan tercecer di jalan tersebut kini ditangani Polres Kab Bogor. Polisi juga meminta keterangan beberapa staf yang mengawal barang tersebut, begitu pula dengan sopir kendaraan pembawa KTP -el invalid tersebut.

"Saya mohon bantuan Bapak Ibu dan rekan-rekan bila ada link berita atau foto-foto status di medsos berkenan menyampaikan klarifikasi saya ini agar masyarakat luas mendapatkan penjelasan yang resmi dan yang sebenarnya." demikian disampaikan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh.

Sebelumnya seperti diberitakan Antara, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan jajaran di kementeriannya untuk menginvestigasi kemungkinan adanya unsur sabotase dalam peristiwa tercecernya KTP elektronik di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Pernyataan Mendagri tersebut merespons beredarnya video yang menunjukkan sejumlah KTP elektronik yang diperkirakan berjumlah ratusan, tercecer di kawasan Bogor, Jawa Barat. KTP elektronik tercecer itu beralamat Sumatra Selatan.

Sumber : Antara

Tag : ktp elektronik
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top