KTT AS-KORUT BATAL: Trump Sebut "Kemarahan Luar Biasa", Kecaman Korut atas Komentar Pence Kembali Dibahas

Dalam suratnya kepada Kim Jong Un, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut "kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka" dalam pernyataan terbaru dari Korea Utara.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 Mei 2018 10:53 WIB
Warga di Seoul, Korsel, menyaksikan tayangan batalnya pertemuan KTT AS-Korut yang sedianya digelar pada 12 Juni 2018 di Singapura. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – KTT AS-Korut yang mempertemukan Presiden AS dan Presiden Korea Utara yang rencananya diselenggarakan pada 12 Juni 2018 batal diselenggarkan, menyusul surat yang telah dikirimkan Presiden AS ke Kim Jong Un. 

Dalam suratnya kepada Kim Jong Un, Trump menyebutkan ada "kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka" ( tremendous anger and open hostility).

Pernyataan inilah yang menjadi alasan Trump membatalkan pertemuan tingkat tinggi antara AS dan Korea Utara yang sedianya diadakan di Singapura pada 12 Juni di Singapura.

Dilansir Bloomberg, Jumat (25/5/2018), makna "kemarahan luar biasa dan permusuhan terbuka" Trump kepada Korea Utara, dikaitkan dengan  sikap Korut sebelumnya yang mengecam komentar Wakil Presiden AS Mike Pence dan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, John Bolton, yang telah membandingkan negaranya dengan Libya. 

Dalam wawancaranya dengan Fox News pada Senin (21/5/2018), Pence memperingatkan bahwa Korea Utara dapat bernasib seperti Libya jika mereka tidak mencapai kesepakatan untuk mengakhiri program nuklirnya, seperti dikutuip CNN, Kamis (24/5/2018)

Choe Son Hui, wakil menteri urusan luar negeri Korea Utara menyebut Pence sebagai "boneka politik" dan menyatakan komentarnya "kurang ajar", menurut pernyataan berbahasa Inggris dari kantor berita Korea Utara, KCNA.

Choe juga memperingatkan Korut siap jika ada perang nuklir dengan AS. "Kami juga dapat membuat AS merasakan tragedi yang mengerikan yang belum pernah dialami atau bahkan dibayangkan hingga saat ini," katanya.

Sementara itu, dalam surat Trump kepada Kim Jong Un, Presiden AS mengemukakan,  "Anda berbicara tentang kemampuan nuklir Anda, tetapi kemampuan AS begitu besar dan kuat sehingga saya berdoa kepada Tuhan agar tidak akan pernah digunakan," tulis Trump.

Surat kepada Korea Utara tersebut diunggah oleh Trump dalam akun media sosialnya dengan kop surat resmi Gedung Putih, Washington dengan tanggal 24 Mei 2018. 

Dalam surat itu, Trump membuka pesan dengan bahasa yang sangat diplomatis dan mengapresiasi upaya Korut selama ini yang mulai ingin membuka dialog, yang disebutnya sebagai permintaan dari pihak Korut sendiri.

Meskipun begitu, pada ujung surat tersebut Trump masih membuka kesempatan kepada Korea Utara untuk melanjutkan rencana pertemuan kedua kepala negara tersebut yang diagendakan akan berlangsung di Singapura pada 12 Juni mendatang.

 

Berikut ini salinan lengkap surat tersebut:

THE WHITE HOUSE WASHINGTON

May 24.

His Excellency Kim Jong Un Chairman of the State Affairs Commission of the Democratic People's Republic of Korea Pyongyang

Dear Mr. Chairman:

We greatly appreciate your time. patience. and effort with respect to our recent negotiations and discussions relative to a summit long sought by both parties. which was scheduled to take place on June I2 in Singapore. We were informed that the meeting was requested by North Korea. but that to us is totally irrelevant. l was very much looking forward to being there with you.

Sadly. based on the tremendous anger and open hostility displayed in your most recent statement. I feel it is inappropriate. at this time. to have this long-planned meeting. Therefore. please let this letter serve to represent that the Singapore summit. for the good of both parties. but to the detriment of the world. will not take place. You talk about your nuclear capabilities. but ours are so massive and powerful that I pray to God they will never have to be used.

I felt a wonderful dialogue was building up between you and me. and ultimately. it is only that dialogue that matters. Some day, I look very much forward to meeting you. In the meantime. I want to thank you for the release of the hostages who are now home with their families. That was a beautiful gesture and was very much appreciated.

If you change your mind having to do with this most important summit. please do not hesitate to call me or write. The world. and North Korea in particular. has lost a great opportunity for lasting peace and great prosperity and wealth. This missed opportunity is a trully sad moment in history.

 

 

 

Tag : Donald Trump
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top