Pangkas Utang, Malaysia Potong Gaji Menteri dan Kaji Ulang Berbagai Proyek

Malaysia akan memangkas utang negara yang nilainya mencapai 1 triliun ringgit, sekitar Rp3.571,73 triliun, dengan mempertimbangkan kembali sejumlah proyek dan memotong gaji menteri.
Annisa Margrit | 23 Mei 2018 14:52 WIB
Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad (tengah) dalam konferensi pers di Putrajaya, Malaysia, Rabu (23/5). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Malaysia akan memangkas utang negara yang nilainya mencapai 1 triliun ringgit, sekitar Rp3.571,73 triliun, dengan mempertimbangkan kembali sejumlah proyek dan memotong gaji menteri.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan utang Malaysia mencapai 65% PDB. Dia sempat menyalahkan mantan PM Najib Razak sebagai penyebab melambungnya utang.

"Saya telah diberitahu bahwa utang kita mencapai 1 triliun ringgit. Tetapi, hari ini kami bisa mempelajarinya dan mencari cara menguranginya," paparnya dalam konferensi pers di Kuala Lumpur seperti dilansir Reuters, Rabu (23/5/2018).

Mahathir menambahkan gaji para menteri kabinetnya akan dipotong 10% dan pemerintahannya akan segera mengumumkan apakah proyek kereta cepat Singapura-Kuala Lumpur bakal dilanjutkan.

"Ini akan dikelola oleh menteri keuangan dan dalam proses pemangkasan ini tidak ada yang gajinya lebih rendah akan terpengaruh," terangnya.

Najib sebelumnya mengklaim utang Malaysia masih di bawah batas atas yang ditetapkan pemerintahannya, yakni di bawah 55% dari PDB. Tetapi, Mahathir menyampaikan bahwa ada kemungkinan data-data finansial yang digunakan salah.

Selain itu, Mahathir mengungkapkan bakal mengkaji kembali pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 oleh sebuah perusahaan AS. Pada Januari 2018, pemerintahan Najib menjalin kesepakatan dengan Ocean Infinity, perusahaan eksplorasi bawah laut yang berbasis di Houston, untuk mencari MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014 dengan 239 penumpang dan krunya.

Ketika itu, Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai mengumumkan Ocean Infinity bakal dibayar jika sudah menemukan pesawat tersebut.

Jika perusahaan itu dapat menemukan MH370 di area seluas 5.000 kilometer persegi, maka mereka akan mendapat bayaran sebesar US$20 juta. Jika ditemukan di area seluas 10.000 kilometer persegi, pembayarannya menjadi US$30 juta.

Jika ditemukan di area seluas 25.000 kilometer persegi, biaya yang dibayarkan adalah US$50 juta. Lalu, jika ditemukan di area yang lebih luas lagi maka pembayarannya ditetapkan senilai US$70 juta.

Setelah kalah dalam Pemilu pada 9 Mei 2018, Najib dilarang bepergian ke luar negeri karena diduga terkait dengan kasus korupsi 1MDB yang bernilai miliaran dolar AS. Demikian juga dengan istrinya, Rosmah Mansor.

Rumah dan propertinya digeledah, di mana polisi menyita 284 boks berisi tas mewah yang di dalamnya disimpan perhiasan serta uang tunai. Secara keseluruhan, nilainya diperkirakan mencapai jutaan dolar AS.

Sumber : Reuters

Tag : malaysia
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top