Dolar Menguat, Bursa Asia Ditutup Variatif

Dolar AS menguat di hadapan mata uang utama pada perdagangan Senin (21/5/2018). Selain itu, ekuitas berjangka AS juga melonjak seiring dengan berita perang dagang antara AS dan China ditangguhkan. Hal itu juga membuat imbal hasil Tresuri AS menanjak naik dan saham-saham di Eropa menguat.
Dwi Nicken Tari | 21 Mei 2018 16:58 WIB
bursa asia

Kabar24.com, JAKARTA – Dolar AS menguat di hadapan mata uang utama pada perdagangan Senin (21/5/2018). Selain itu, ekuitas berjangka AS juga melonjak seiring dengan berita perang dagang antara AS dan China ditangguhkan. Hal itu juga membuat imbal hasil Tresuri AS menanjak naik dan saham-saham di Eropa menguat.

Greenback menguat setelah Menkeu AS Steven Mnuchin menyatakan AS menahan terjadinya perang dagang sementara melanjutkan perundingan dengan China.

“Hal itu memperlihatkan perdagangan global tetap sehat dan tidak perlu khawatir berlebihan,” kata Robert Mead, Co-Head of Asia-Pasific di Pasific Investment Management Co., seperti dikutip Bloomberg, Senin (21/5/2018).

Mead menambahkan, rally dolar AS kemungkinan masih akan berlanjut.

Pasalnya, tensi perang dagang yang menurun telah mengalihkan perhatian trader ke dampak kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar AS. Mereka akan mencermati rilis pertemuan The Fed pada Pertemuan FOMC 1-2 Mei, begitu juga dengan rilis data Indeks Pembelian Konsumen (PMI) Zona Euro.

Mengutip Bloomberg, Senin (21/5/2018) Bloomberg Dollar Spot Index menguat 0,2% selama lebih dari lima bulan. Sementara yield Tresuri AS bertenor 10 tahun naik 2 bsp menjadi 3,07%.

Adapun bursa Asia ditutup variatif di akhir perdagangan Senin (21/5/2018) seiring dengan penangguhan perang dagang AS-China tersebut.

Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,64% atau 20,54 poin di level 3.213,84, setelah berakhir menanjak 1,24% atau 39,02 poin di posisi 3.193,30.

Sejumlah perusahaan transportasi, khususnya perusahaan pengapalan, menjadi pendorong terbesar terhadap reli bursa China. Saham Cosco Shipping Holdings ditutup naik 7,4%. Menurut para analis, kesepakatan penghentian perang dagang ini positif untuk permintaan pengapalan.

Sejalan dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari kedua berturut-turut. Hang Seng hari ini berakhir menguat 0,60% atau 186,44 poin di level 31.234,35.

Indeks Kospi Korea Selatan juga melanjutkan penguatannya pada perdagangan Senin (21/5/2018), meskipun kinerja nilai tukar won melemah terhadap dolar AS.

Kospi berakhir menguat 0,20% atau 4,92 poin di level 2.465,57, setelah dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,14% atau 3,42 poin di posisi 2.464,07.

Pergerakan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang berakhir variatif pada perdagangan hari ini, Senin (21/5/2018), di tengah meredanya pergolakan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Indeks Topix dibuka turun hanya 0,02 poin di level 1.815,23 dan berakhir melandai 0,08% atau 1,50 poin di level 1.813,75.

Adapun indeks Nikkei 225 berakhir menguat 0,31% atau 72,01 poin di level 23.002,37, setelah dibuka dengan kenaikan 0,03% atau 7,22 poin di posisi 22.937,58.

Berbanding terbalik dengan Nikkei, indeks Topix berakhir turun tipis akibat terbebani pelemahan saham finansial menyusul kabar bahwa China akan meningkatkan pembelian barang-barang AS secara signifikan. 

Tag : bursa asia, dolar as
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top