London-Shanghai Stock Connect Akan Dimulai Akhir 2018

Hubungan yang telah lama ditunggu-tunggu antara bursa saham di London dan Shanghai diperkirakan segera rampung. Hal itu memperlihatkan langkah lain bagi upaya China untuk berintegrasi dengan sistem keuangan internasional.
Dwi Nicken Tari | 21 Mei 2018 14:04 WIB
ilustrasi - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA -- Hubungan yang telah lama ditunggu-tunggu antara bursa saham di London dan Shanghai diperkirakan segera rampung. Hal itu memperlihatkan langkah lain bagi upaya China untuk berintegrasi dengan sistem keuangan internasional.

Pernyataan itu disampaikan oleh London Stock Exchange (LSE) di dalam berkas presentasinya. Mereka menjelaskan, London-Shanghai Stock Connect akan dimulai pada akhir tahun ini.

“Dengan jaringan tersebut, perusahaan-perusahaan dari China dapat menjual sertifikat penitipan efek global (Global Depository Receipt/GDR) di Inggris, begitu juga perusahaan yang berdagang di London dapat mencatatkan aset sekuritas yang sama di Shanghai,” tulis presentasi LSE, seperti dikutip Bloomberg, Senin (21/5/2018).

Nantinya aset sekuritas yang dikeluarkan oleh perusahaan China akan disebut oleh LSE sebagai Dewan Shanghai (Shanghai Board). Sementara ini, juru bicara dari bursa Inggris menolak memberikan komentar.

Adapun jaringan bursa dengan London ini hadir di tengah-tengah upaya China untuk membuka sektor keuangannya secara meluas. Sebelumnya, China telah memulai hubungan bursa saham dengan Hong Kong pada 2014.

Sementara itu, keterikatan dengan Britania Raya akan memberikan jalan lain bagi investor asing untuk membeli saham China. Berbeda dengan jaringan bursa China - Hong Kong, hubungan dengan Inggris memperbolehkan pebisnis internasional untuk langsung mendaftar di bursa daratan China.

“Ini merupakan langkah ril dari integrasi pasar keuangan China. Yang menarik dari proyek ini adalah uang China akan mengalir ke perusahaan Barat,” kata Karine Hirn, mitra di Easrt Capital Asset Management, Hong Kong.

Lebih lanjut, LSE menjelaskan, perdagangan dengan Shanghai Board akan menggunakan denominasi dolar AS, dengan kemungkinan juga menggunakan yuan dan pound sterling. Sementara itu, perusahaan China yang ingin mencatatkan sahamnya di London harus terdaftar sebelumnya di Shanghai Stock Exchange, dengan nilai setidaknya 20 miliar yuan (US$3,1 miliar) dan tidak bisa mengaajukan lebih dari 15% dari total pembagian modalnya di Inggirs.

“Perdagangan Shanghai Board akan menggunakan hukum Inggris. Inggris akan menjadi satu-satunya daerah di luar China di mana investor dapat memberi sekuritas yang dapat dipertukarkan dengan saham terdaftar di daratan China,” tulis presentasi LSE tersebut.

Adapun, menurut presentasi LSE tersebut, pencatatan saham di London juga akan mengizinkan perusahaan besar asal China untuk bergabung dengan kelompok peer berkualitas tinggi global dan memperoleh pengakuan brand yang tak tertandingi.

Kesepakatan untuk koneksi bursa semacam itu antara London dan Shanghai telah dikerjakan setidaknya sejak September 2015. Rencana itu diungkapkan ketika kunjungan Menkeu Inggris George Osborne ke China. Pada November 2016, LSE dan bursa Shanghai sepakat untuk mengembangkan aturan dan impelementasi pengaturannya.

Gubernur Bank Sentral China (PBoC) Yi Gang menyatakan pada April bahwa otoritasnya berharap program ini dapat dimulai pada tahun 2018.

Sejauh ini, bursa China telah menjalin hubungan baik dengan mitra offshore-nya dan  memberikan bantuan untuk program pembangunan infrastruktur One Belt, One Road. Upaya tersebut bertujuan untuk mengikat perekonomian di seluruh Asia dan Eropa agar lebih dekat ke China.

Sementara dua jaringan bursa – Shanghai dan Shenzhen – dengan Hong Kong telah meraih perhatian besar, institusi China juga telah mengambil saham di bursa Bangladesh dan Pakistan. Selain itu, mereka juga telah membentuk joint centure dengan Deutsche Boerse AG di Frankurt, Jerman.

Tag : bursa inggris, bursa china
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top