Impor dari AS Ditambah, China Tegaskan Tidak Tertekan

Media Nasional China memuji peredaan tensi perang dagang dengan Washington. Media itu menyebut, Beijing kini semakin percaya diri bahwa kedua negara memiliki potensi besar untuk bekerjasama secara win-win.
Dwi Nicken Tari | 21 Mei 2018 11:20 WIB
Presiden China Xi Jinping berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (paling kanan). Ikut mendamping Ibu Negara China Peng Liyuan saat makan malam pada awal pertemuan puncak 6-7 April 2017 di Florida. - .Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Media Nasional China memuji peredaan tensi perang dagang dengan Washington. Media itu menyebut, Beijing kini semakin percaya diri bahwa kedua negara memiliki potensi besar untuk bekerjasama secara win-win.

Adapun perang dagang AS dengan China ‘dapat dihindari’ setelah dua ekonomi terbesar di dunia itu sepakat menghentikan aksi saling melempar tarif.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyampaikan, selanjutnya kini kedua negara akan terus bekerja untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang lebih luas.

Pada Sabtu (19/5/2018), Baijing dan Washington mengumumkan, kedua negara melanjutkan berundingan terkait skema untuk China yang akan mengimpor lebih banyak produk energi dan komoditas agrikultur dari AS.

Adapun kesepakatan dari China tersebut disebut-sebut untuk mengerucutkan defisit perdagangan AS dengan China yang pada tahun lalu mencapai US$335 miliar secara tahunan.

Di dalam tajuknya, China Daily menyampaikan, kini semua pihak dapat bernafas lega karena retorik sudah menurun. Tajuk itu juga mengutip PM China Liu He, yang menjadi kepala negosiator ke Washington pekan lalu, bahwa pembicaraan dengan para pejabat perdagangan AS berjalan dengan “positif, pragmatis, konstruktif, dan produktif.”

“Terlepas dari semua tekanan, China tidak mengalah seperti yang dilihat Presiden AS Donald Trump. Alih-alih, China tetap percaya diri dan memperlihatkan itikad baik untuk melanjutkan perundingan,”  tulis surat kabar berbahasa Inggris tersebut, seperti dikutip Reuters. Senin (21/5/2018).

Tajuk itu melanjutkan, AS akhirnya berbagi keinginan yang artinya kedua negara berhasil terhindar dari konfrontasi yang sebelumnya tampak tak terhindarkan.

Sementara itu, selama perundingan pada awal bulan ini di Beijing, Washington meminta agar China mengurangi surplus perdagangannya dengan AS sebesar US$200 miliar. Namun, permintaan tersebut sama sekali tidak disinggung dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Gedung Putih pada Sabtu (19/5/2018).

People’s Daily miliki Partai Komunis menambahkan, sektor energi dan agrikultur merupakan sinergi bagi kedua negara. China percaya bahwa kapasistas dua sektor yang dimiliki AS tersebut dapat mencukupi keinginan pasar domestik China.

“Batu pemberat di dalam hubungan Sino-AS merupakan hubungan dagang dan bisnis yang seimbang serta saling menguntungkan. Ini merupakan esensi dari kerjasama win-win,” tulis People’s Daily.

Namun, People’s Daily menegaskan, China tidak dipaksa untuk meningkatkan impor sebagai cara untuk mengurangi tensi perang dagang. Selain itu, mereka juga menolak disebut mendapatkan tekanan dari luar.

Adapun, taju itu melanjutkan, China secara alamiah memang membutuhkan kenaikan impor untuk memenuhi permintaan dari konsumennya yang meningkat di dalam negeri.

“Perang dagang tidak memiliki pemenang,” tambah People’s Daily di kolom komentarnya dengan nama pena ‘Zhong Sheng’ yang artinya ‘Suara China’ yang digunakan untuk memperlihatkan opini surat kabar tersebut terhadap isu luar negeri.

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top