Bambang Soesatyo Tak Cemaskan Politik Jelang Pilkada 2018 & Pilpres 2019

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan yang dia khawatirkan menjelang Pemilihan Presiden 2019 bukan konstelasi atau pertarungan politik yang terjadi, melainkan adanya potensi berkurangnya jumlah partai peserta pemilihan.
Rahmad Fauzan | 21 Mei 2018 20:31 WIB
Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kiri), Ketua DPR Bambang Soesatyo (kedua kiri), Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin (kedua kanan), dan Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari berbincang saat buka puasa bersama pimpinan lembaga tinggi negara di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/5/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan yang dia khawatirkan menjelang Pemilihan Presiden 2019 bukan konstelasi atau pertarungan politik yang terjadi, melainkan adanya potensi berkurangnya jumlah partai peserta pemilihan.

"Yang saya khawatirkan bukan soal pertarungan atau konstelasi politik yang memanas di Pilpres mendatang. Saya khawatir justru akan berkurangnya partai-partai politik dan kawan-kawan saya," ujarnya dalam acara Rilis Survei Nasional: Konstelasi Elektoral Pilpres & Pileg 2019 Pasca Deklarasi Prabowo Subianto di Es Teler 77 Resto, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Pada kesempatan tersebut, Bambang Soesatyo juga memberikan penilaiannya terhadap beberapa partai politik lain yang melakukan akselerasi menjelang Pilkada 2018.

"Saya melihat para tokoh dan elit-elit partai berlomba-lomba agar partainya memiliki elektabilitas tinggi. Dari sekian banyak, yang cukup berhasil adalah PKB, walaupun Cak Imin belum bisa menaikkan secara signifikan elektabilitas dirinya, tapi apa yang dilakukan oleh Cak Imin berhasil menjaga elektabilitas partainya," papar Bambang.

Mengenai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Bambang terang-terangan memuji langkah politis Cak Imin menjelang Pemilu 2019. Sebaliknya, Bambang menilai performa Partai Nasional Demokrat yang dianggap belum berhasil.

"Saya mengacungkan jempol sekaligus angkat topi terhadap strategi Cak Imin. Yang saya anggap masih belum berhasil adalah Nasdem. Walapun sudah berusaha mendekatkan diri dengan Pak Jokowi tapi masih belum bisa mendongkrak elektabilitas," terangnya.

Untuk Partai Golkar sendiri, Bambang meyakinkan akan tetap mengusung Joko Widodo sebagai calon Presiden. Meskipun, di sisi lain, Ketua DPR RI tersebut juga mengakui partainya belum berhasil memastikan calon Wakil Presiden pendamping Jokowi.

"Saya memastikan bahwa Presiden Partai Golkar adalah Pak Jokowi. Meskipun ratusan baliho terpasang, tapi belum berhasil mendongkrak. Kami masih berjuang agar kader Partai Golkar bisa dipilih oleh Pak Jokowi menjadi wakil Presiden," ujarnya.

Selain itu, Bambang juga menyinggung hasil survei yang menunjukkan tingkat elektabilitas Partai Gerindra berada satu tingkat dari Partai Golkar. Adapun, menurut hasil survei Charta Politika, Partai Gerindra berada di posisi dua di bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 12,3%, sedangkan elektabiliyas Partai Golkar adalah 11%.

Perjuangan Partai Golkar agar tokohnya menjadi pendamping Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019, juga disertai dengan penyusunan strategi untuk mengungguli elektabilitas Partai Gerindra.

"(Golkar) sedang menyusun strategi untuk menyusul Gerindra yang sudah menyalip Golkar," ujarnya.

Dia juga mengatakan hal terpenting dari setiap pertandingan adalah hasil akhir. "Dalam setiap pertandingan, tidak terlalu penting putaran pertama, dua, dan tiga. Yang penting itu hasil akhir," tegas Bambang.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top