Sepakat Hindari Perang Dagang, AS Akan Kirim Tim Lagi ke China

China secara signifikan akan meningkatkan pembelian produk-produk asal Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Gedung Putih seiring pengumuman dari utusan khusus Beijing di Washington, bahwa perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia berhasil dihindari.
Dwi Nicken Tari | 20 Mei 2018 12:35 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – China secara signifikan akan meningkatkan pembelian produk-produk asal Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Gedung Putih seiring pengumuman dari utusan khusus Beijing di Washington, bahwa perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia berhasil dihindari.

Pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih setelah perundingan antara AS dan China di Washington tersebut tidak menjelaskan berapa banyak total pembelian yang akan dilakukan China.

Sebelumnya, penasihat ekonomi utama Presiden AS Donald Trump meminta agar Beijing setuju mengurangi surplus perdagangannya dengan AS sebesar US$200 miliar menjelang 2020.

Berdasarkan laporan Xinhua News Agency yang dikutip Bloomberg, Minggu (20/5/2018), Wakil PM China Liu He sebagai utusan khusus Presiden China Xi Jinping ke Washington menyatakan, pembicaraan dengan pejabat AS termasuk Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, dan Kepala Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Robert Lighthizer, berakhir dengan keputusan untuk tidak akan memicu terjadinya perang dagang.

“Keduabelah pihak setuju untuk menghentikan ‘pengenaan tarif’ terhadap satu sama lain,” tulis Xinhua mengutip pernyatan Liu.

Liu juga menambahkan, perjalanannya ke AS sangat positif, pragmatis, konstruktif, dan produktif. Kerjasama perdagangan akan ditingkatkan untuk sektor energi, agrikultur, kesehatan, produk berteknologi tinggi dan keuangan, serta opsi win-win lainnya bagi kedua negara.

“China setuju untuk meningkatkan ekspor agrikultur dan energi dari AS,” tulis Gedung Putih sambil menambahkan bahwa AS akan segera mengirimkan timnya untuk mengerjakan perincian selanjutnya.

Adapun, di dalam perundingan itu, para delegasi juga membicarakan untuk meluaskan perdagangan untuk produk-produk manufaktur dan menguatkan kerjasama di bidang kekayaan intelektual.

Gedung Putih menambahkan, China akan meningkatkan amandemen yang relevan atas hukum dan regulasinya di dalam area-area tersebut, termasuk hukum patennya.

Adapun pernyataan Gedung Putih tersebut tidak menyebutkan berapa banyak permintaan tambahan dari AS, termasuk permintaan Negeri Paman Sam agar China menahan pemberian subsidi dan dukungan pemerintah untuk rencana Made in China 2025 yang menargetkan industri strategis, mulai dari robotik hingga kendaraan berenergi baru.

Pada Jumat (18/5/2018), Ketua Dewan Ekonomi Nasional AS Larry Kudlow mengatakan, China mengajukan untuk mengurangi surplus perdagangannya secara tahunan dengan AS “setidaknya sebesar US$200 miliar”.

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top