China-AS Sepakat Tak Akan Lakukan Perang Dagang

Wakil Perdana Menteri (PM) China Liu He mengatakan China dan AS sudah mencapai kesepakatan dalam hal isu perdagangan dan ekonomi, serta berkomitmen untuk tidak melakukan perang dagang.
Annisa Margrit | 20 Mei 2018 11:40 WIB
Wakil Perdana Menteri China Liu He - Reuters/Jason Lee

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Perdana Menteri (PM) China Liu He mengatakan China dan AS sudah mencapai kesepakatan dalam hal isu perdagangan dan ekonomi, serta berkomitmen untuk tidak melakukan perang dagang.

Liu, yang tiba di Washington, AS pada Selasa (15/5/2018), memimpin delegasi China dalam pertemuan ekonomi lanjutan dengan AS. Sepekan sebelumnya, Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin memimpin delegasi AS bertemu dengan perwakilan Negeri Panda di Beijing.

Dilansir dari Xinhua, Minggu (20/5), Liu menyatakan kedua pihak setuju untuk tidak melakukan perang dagang dan menghentikan aksi balas membalas tarif. Hal ini disebut sebagai kesepakatan terbaik dari pembicaraan kedua negara.

Dia menerangkan alasan utama perjanjian ini mengacu pada kesepakatan yang sudah diraih sebelumnya antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Selain itu, kepentingan warga China dan AS serta dunia internasional menjadi alasan fundamental.

"Kerja sama ini adalah win-win choice karena bisa mempromosikan perkembangan ekonomi China yang berkualitas tinggi, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan berkontribusi terhadap upaya AS mengurangi defisit neraca dagangnya," papar Liu.

Dia mengklaim kedua negara juga akan memperkuat kerja sama di bidang investasi dan perlindungan hak kekayaan intelektual. Dengan demikian, tidak hanya menguntungkan kedua negara, tapi juga mendukung stabilitas dan kemakmuran ekonomi serta perdagangan global.

Liu menekankan bahwa China, dengan populasi kelas menengan yang besar, akan menjadi pasar terbesar dunia. Pasar China akan sangat kompetitif, sehingga negara produsen yang ingin menembusnya harus memiliki daya saing serta layanan yang juga kompetitif.

"China tidak hanya siap membeli barang dari AS tapi juga dari seluruh dunia," tambahnya.

Meski demikian, lanjut Liu, perlu dipahami bahwa diperlukan waktu untuk menyelesaikan masalah struktural dalam hal hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral. Dia juga menegaskan ke depannya, China dan AS mesti menyelesaikan perbedaan yang ada melalui dialog dan bersikap tenang.

Sumber : Xinhua

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top