China Sepakat Tingkatkan Impor dari AS dan Kurangi Surplus Neraca Dagang

China telah sepakat untuk meningkatkan impornya dari AS, tapi tidak disebutkan apakah nilainya akan mencapai US$200 miliar seperti yang dikabarkan sebelumnya.
Annisa Margrit | 20 Mei 2018 07:07 WIB
Presiden AS Donald Trump berinteraksi dengan Presiden China Xi Jinping di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS, 6 April 2017. - .Reuters/Carlos Barria TPX

Bisnis.com, JAKARTA -- China telah sepakat untuk meningkatkan impornya dari AS, tapi tidak disebutkan apakah nilainya akan mencapai US$200 miliar seperti yang dikabarkan sebelumnya.

Hal ini disampaikan kedua negara usai pembicaraan dagang intensif di Washington, AS, Sabtu (19/5/2018) waktu setempat.

Kedua negara menyatakan akan melanjutkan pembahasan detail tentang kebijakan ini, di mana China akan mengimpor lebih banyak komoditas pertanian dan energi dari AS untuk menutup defisit neraca dagang AS sebesar US$335 miliar.

Tidak disebutkan pula apakah China dan AS akan membatalkan ancaman tarif impor senilai miliaran dolar AS yang telah disampaikan sebelumnya.

"Ada konsensus untuk mengambil langkah efektif untuk memangkas defisit neraca dagang AS dengan China. Untuk memenuhi peningkatan konsumsi di China dan kebutuhan terhadap perkembangan ekonomi berkualitas tinggi, China akan meningkatkan pembelian barang dan jasa dari AS secara bertahap," demikian pernyataan resmi kedua negara, seperti dilansir Reuters, Minggu (20/5).

Seorang pejabat senior AS mengungkapkan China mempertimbangkan paket yang berisi pembelian besar-besaran gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dari AS, termasuk kontrak dari perusahaan AS untuk membangun fasilitas pemrosesan LNG di Negeri Panda.

Paket ini juga termasuk komitmen proteksi terhadap hak kekayaan intelektual. Jika pembicaraannya lancar, kemungkinan paket tersebut bisa disepakati ketika Wakil Presiden China Wang Qishan berkunjung ke Washington pada pertengahan tahun ini.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa AS meminta China memangkas surplus neraca dagangnya hingga US$200 miliar.

Sumber : Reuters

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top