Mars 'Syubbanul Wathon' Bergema di China, Dubes RI Terharu

Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun merasa terharu saat mendengarkan mars Syubbanul Wathon (Cinta Tanah Air) yang dinyanyikan jajaran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) setempat di Kedutaan Besar RI di Beijing, Rabu (16/5/2018).
Fatkhul Maskur | 16 Mei 2018 21:59 WIB
Warga Nahdlatul Ulama di China. - GP Ansor

Kabar24.com, JAKARTA - Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun merasa terharu saat mendengarkan mars Syubbanul Wathon (Cinta Tanah Air) yang dinyanyikan jajaran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) setempat di Kedutaan Besar RI di Beijing, Rabu (16/5/2018).

"Bait terakhir dari lagu ini terasa sampai ke dalam hati dan sangat mengena," ujarnya mengenai lirik terakhir mars yang berbunyi "Bangkitlah hai bangsaku! Indonesia Negeriku, Engkau Panji Martabatku, Siapa datang mengancammu, akan binasa di bawah dulimu!" yang dinyanyikan setelah lagu "Indonesia Raya" itu.

Dia mengajak jajaran PCINU China bekerja sama dengan KBRI Beijing dalam mendiseminasi nilai-nilai Islam yang moderat.

Dubes juga berharap bahwa kegiatan-kegiatan PCINU China bisa menjadi ajang promosi sosial dan budaya Nusantara sekaligus menjadi jembatan yang memperkokoh hubungan Indonesia dengan China dan hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Menurut dia, pemerintah Indonesia telah mengakui perjuangan para ulama dan santri dalam memerdekakan Republik Indonesia dengan keluarnya Keputusan Presiden No 22 Tahun 2015 tentang Peringatan Hari Santri.

"Tanpa Resolusi Jihad NU tidak akan pernah ada peristiwa 10 November 1945," ujar mantan Dubes RI untuk Rusia tersebut.

Kepada jajaran PCINU China yang merupakan kalangan pelajar asal Indonesia, Djauhari mendorong untuk belajar tentang bangsa China yang bisa bertahan hingga ribuan tahun.

"Kita pernah punya Sriwijaya, pernah punya Majapahit, pernah punya Singosari. Jangan sampai kita juga mengatakan hal yang sama untuk Indonesia di masa mendatang. Kita ingin merayakan HUT RI ke-100, ke-200, 300, 400, 500, dan seterusnya. China sudah ribuan tahun bisa, kenapa kita tidak? Oleh karenanya Warga NU yang berada di China bisa belajar dari negara ini untuk bisa tetap merekatkan NKRI," ujarnya.

Acara yang digelar di KBRI Beijing itu juga dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj dan jajaran pengurus. Pembacaan ikrar PCINU China juga mengisi acara bertajuk "Silaturahmi PBNU dengan Warga NU Tiongkok" tersebut.

Selain KBRI sebagai fasilitator, acara tersebut juga didukung oleh Lingkar Pengajian Beijing.

Lirik mars Syubbanul Wathon

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon
Hubbul Wathon minal Iman
Wala Takun minal Hirman
Inhadlu Alal Wathon

(2 X)

Indonesia Biladi
Anta ‘Unwanul Fakhoma
Kullu May Ya’tika Yauma
Thomihay Yalqo Himama

Pusaka hati wahai tanah airku
Cintamu di imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah, hai bangsaku!
Indonesia negriku
Engkau Panji Martabatku
S’yapa datang mengancammu
‘Kan binasa dibawah dulimu!

Sumber : Antara

Tag : PBNU, PCINU China
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top