Tembak di Tempat Pelaku Teror

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan telah meneruskan perintah untuk menembak di tempat para pelaku teror setelah mendapat instruksi langsung dari Mabes Polri.
Newswire | 16 Mei 2018 18:58 WIB
Suasana di pos penjagaan Polrestabes Surabaya pascaledakan bom, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018). Ledakan terjadi pada Senin (14/5) pagi di pos penjagaan pintu masuk Polrestabes Surabaya. - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, MAKASSAR - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan telah meneruskan perintah untuk menembak di tempat para pelaku teror setelah mendapat instruksi langsung dari Mabes Polri.

"Sekarang ini sudah siaga satu dan perintah sudah turun. Kita sedang meningkatkan kewaspadaan dan ini demi keamanan bersama," jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Rabu (16/5/2018).

Ia mengatakan, perintah ditembak setelah instruksi dari Mabes Polri itu sudah diteruskan kepada seluruh jajaran, mulai tingkat polres maupun polsek di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Pengamanan di setiap markas polisi juga di tingkatkan lengkap dengan senjata dan akan memeriksa setiap tamu atau masyarakat yang akan berkepentingan ke markas polisi.

Dicky menyampaikan jika langkah siaga dan pemeriksaan ekstra ketat yang akan dilakukan di setiap markas polisi itu dilakukan demi keamanan bersama.

"Jadi kita sampaikan kepada masyarakat bahwa ada yang seperti ini. Kami sebelumnya memohon maaf kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat maklum demi keamanan kita bersama," tegasnya.

Beberapa kasus teror bom yang terjadi selama beberapa hari ini dengan menjadikan markas dan anggota polisi serta rumah ibadah lainnya sebagai sasaran membuat pihaknya meningkatan pengamanan ekstra di semua lini.

"Kalau melihat kasus-kasus teror bom yang terjadi di beberapa daerah serta yang terbaru, tadi pagi di Riau itu, anggota dan markas polisi jadi sasaran. Makanya, ini yang kita waspadai," ujarnya.

Denpasar

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar, Provinsi Bali, Kombes (Pol) Hadi Purnomo menginstruksikan seluruh anggotanya agar menembak mati para teroris yang masuk ke Pulau Dewata, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Sejauh ini Bali masih aman. Namun, apabila terjadi penyerangan dari teroris, kami memerintahkan anggota agar menembak teroris di tempat," ujar Hadi Purnomo saat ditemui di Poltesta Denpasar, Rabu (16/5/2018).

Hal ini sudah menjadi keputusan seluruh pimpinan kepolisian agar menginstruksikan anggota di lapangan untuk menembak mati teroris dan tidak menunggu perintah dari pimpinan.

"Saya langsung memerintahkan anggota untuk melakukan tindakan tegas ditempat terhadap ancaman teroris," ujar Mantan Kapolres Gianyar itu.

Pihaknya juga memerintahkan seluruh anggota di Polresta Denpasar membawa senjata laras panjang dan laras pendek dengan berisi peluru dan memakai baju antipeluru saat berjaga dimarkasnya, untuk mengantisipasi serangan dari teroris.

Untuk kegiatan malam, pihaknya menambah kekuatan anggota kepolisian saat berjaga ditempat keramaian seperti di Kawasan Kuta, Pantai Sanur dan Kuta Selatan, guna mengantisipasi upaya teroris mengganggu para wisatawan.

"Kami juga sudah sudah melakukan antisipasi dengan meminta pemilik klub malam untuk menutup tempat hiburannya Pukul 01.00 Wita, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan," ujarnya.

H

 

Tag : bom
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top