Kalangan Universitas dan Alumni Kutuk Terorisme. Dukung Pemerintah Bertindak Tegas

Kalangan universitas mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Indonesia dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas.
Saeno | 16 Mei 2018 14:53 WIB
Petugas berjaga di Mapolda Riau, pada latar belakang tampak mobil Avanza yang digunakan pelaku penyerangan. - Bisnis/Arif Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan universitas mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Indonesia dan meminta pemerintah melakukan tindakan tegas.

Universitas Pancasila mengutuk keras aksi teroris di Mako Brimob Depok, Kota Surabaya, Sidoarjo dan Mapolda Riau yang mengakibatkan korban jiwa termasuk anak-anak sebagai generasi penerus yang tidak bersalah.

"Perbuatan teroris tersebut sangatlah bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila, norma agama, norma hukum dan budaya bangsa Indonesia yang cinta damai dan antikekerasan," kata Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono dalam pernyataan sikapnya di Gedung Rektorat UP Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Ia mengatakan Civitas Akademika Universitas Pancasila menyampaikan rasa keprihatinan yang sangat serius sekaligus duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban aksi teror tersebut beserta keluarganya.

Untuk itu, kata Wahono, pihaknya mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah dan tindakan tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menyelesaikan dan mengungkap aksi teror tersebut secara tuntas agar di kemudian hari tidak terulang.

"Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu dan bersama-sama melawan aksi teror, radikalisme, serta upaya pihak lain yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh Civitas Akademika Universitas Pancasila secara bersama-sama menjaga Universitas Pancasila bersih dan bebas dari ajaran radikalisme serta ajaran lainnya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila, norma agama, norma hukum dan budaya bangsa Indonesia.

Hal senada disampaikan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (DPP IKA UNDIP).

Dalam rilis yang disampaikan sebelum terjadi serangan di Mapolda Riau, Maryono, Ketua Umum DPP IKA UNDIP melalui siaran pers memberikan apresiasi kepada Pemerintah, aparat kepolisian dan lembaga lain yang telah secara sigap dan cepat mampu menangani peristiwa teror di Surabaya dan Sidoarjo.

“Namun kami juga mendesak kepada Pemerintah untuk bertidak tegas terhadap pelaku dan pendukung teror serta melakukan tindakan hukum sampai ke akar-akarnya agar sekecil apapun perilaku teror dapat ditangkal sejak dini sehingga peristiwa tersebut tidak terulang kembali”, kata Maryono, Selasa (15/5).

DPP IKA UNDIP juga meminta DPR RI dan Pemerintah segera menyelesaikan revisi UU Anti Terorisme.

“Kami juga meminta seluruh elemen masyarakat menggalang rasa persatuan dan persaudaraan anak bangsa, termasuk elemen para tokoh agama dan agamawan agar memberikan taushiah, ajaran, pedoman beragama secara benar dan menyejukkan dengan substansi keagamaan yang benar.”

Maryono, yang juga menjabat Direktur Utama Bank BTN menginstruksikan kepada seluruh alumni UNDIP untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan membantu pemerintah dalam menangani terorisme.

“Tak lupa kami juga menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya korban terorisme serta mendoakan korban luka semoga sehat kembali,” kata Maryono.

Tag : bom, terorisme
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top